Slamet Maarif Pikir-pikir Lapor ke Polisi Kasus Penyerangan Ketiga Rumahnya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Ketua Presidium Alumni 212 (PA 212) Slamet Ma'arif, yang berpagar hitam, dijaga para jawara usai teror lemparan batu, Selasa 18 Februari 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

    Rumah Ketua Presidium Alumni 212 (PA 212) Slamet Ma'arif, yang berpagar hitam, dijaga para jawara usai teror lemparan batu, Selasa 18 Februari 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

    Jakarta - Ketua Umum Persaudaraan Alumni atau PA 212, Slamet Maarif masih belum melaporkan penyerangan rumahnya yang ketiga kali ke polisi. Pada kasus terakhir, rumah Slamet di Cimanggis, Depok, dilempar batu oleh orang tak dikenal pada Kamis dini hari, 1 April 2021.

    "Masih mikir-mikir (lapor ke polisi). Ada rencana kami mau ke LBH dan Komnas HAM serta Komisi 3 DPR RI," kata Slamet melalui pesan teks, Jumat, 2 April 2021.

    Baca: Ketua PA 212 Menduga Ada 2 Alasan Rumahnya Dilempari Batu

    Alasan Slamet masih enggan lapor ke polisi karena dua kasus penyerangan rumahnya terdahulu belum ada perkembangan. Pada kasus pertama, rumah Slamet di Cimanggis, Depok, dilempari batu oleh orang tak dikenal, pada Selasa dini hari, 18 Februari 2020. Kedua, mobil Slamet yang diparkir di teras rumah dirusak orang pada Ahad, 6 Desember 2020.

    ADVERTISEMENT

    Kasus-kasus itu, sebelumnya telah dilaporkan ke polisi. "Iya, karena belum ada perkembangan," ujar Slamet.

    Slamet Maarif mengatakan terdapat kesamaan dalam ketiga kasus penyerangan itu. Karena itu, dia menilai pelakunya adalah orang yang sama. "Jumlah pelaku sama, waktu hampir sama, cara kerja juga maka patut diduga pelakunya sama."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.