Gereja Dekat Lokasi Ditemukannya Buku Mencurigakan Sedang Tak Ada Ibadah Offline

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tim penjinak bom gegana  / ANTARA/Ariesanto

    Ilustrasi tim penjinak bom gegana / ANTARA/Ariesanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Azis Andriansyah mengatakan gereja Effatha, tempat ditemukannya benda diduga bom majalah alias letter bomb, sedang tak menggelar ibadah secara langsung pada Jumat malam, 2 April 2021. Sehingga gereja yang berada di kawasan Blok M, Jakarta Selatan itu sepi dari jemaat. 

    "Kegiatannya adalah daring ya virtual, tidak ada kegiatan (ibadah) offline begitu," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Azis Andriansyah saat dikonfirmasi, Sabtu, 3 April 2021.

    Azis menjelaskan pihaknya sampai saat ini masih mencari pihak yang meletakkan benda diduga bom itu. Pencarian antara lain dilakukan dengan mengecek kamera CCTV dan saksi di sekitar lokasi kejadian. "Benda yang kami temukan cuma satu buku saja, ya," ujar Azis. 

    Baca juga: Polda Metro Jaya Tak Temukan Unsur Logam di Majalah Diduga Letter Bomb Melawai

    Sebelumnya, Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Gatot Mangkurat mengatakan pihaknya telah mengevakuasi majalah diduga letter bomb itu dari Halte Melawai Blok M, depan gereja Effatha ke markas Gegana Polri untuk diperiksa. Hasilnya, ia mengatakan tak ada temuan mencurigakan dari majalah tersebut, seperti misalnya unsur logam atau rangkaian bom. "Sudah saya observasi dan scanning, tidak ada ditemukan," ujar Gatot.

    Penemuan majalah itu dilaporkan oleh petugas keamanan Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Effatha Jalan Melawai Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada pukul 23.00 malam tadi. Mereka curiga karena majalah dengan judul provokatif itu tergeletak di halte bus tersebut. 

    Petugas Brimob pun akan melakukan penguraian jilid majalah untuk memastikan tak ada benda mencurigakan di benda tersebut. 

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.