Bupati Ade Yasin Siap Fasilitasi Mathlaul Anwar Jika Ingin Bangun Universitas

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ade Yasin. ANTARA

    Ade Yasin. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Bogor Ade Yasin siap membantu organisasi massa Mathlaul Anwar membangun universitas di wilayahnya. Pembangunan universitas untuk melengkapi fasilitas pendidikan Islam yang sudah dibangun Mathlaul Anwar.

    "Mangga, saya pasti akan fasilitasi apablia memang ada niat atau keinginan untuk membangun universitas di sini. Dari ujung barat sampai ujung timur akan kami fasilitasi untuk mencari lokasi yang cocok untuk membangun kampus," kata dia dalam Muktamar ke-20 Mathlaul Anwar di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jumat, 2 April 2021.

    Mathlaul Anwar telah membangun 95 lembaga pendidikan di Kabupaten Bogor yang terdiri dari Pondok Pesantren, RA, MI, MTs, dan MA. Selain itu terdapat juga 54 lembaga yang terafiliasi dengan Mathlaul Anwar yaitu RA, MI, MTs atau SMP, dan MA/SM/SMK, sehingga total terdapat 149 lembaga.

    Baca juga: Ade Yasin: 2020 Berat Bagi Kabupaten Bogor karena Bencana dan Wabah Covid-19

    Ade Yasin mengatakan akan melibatkan lebih intensif Mathlaul Anwar untuk mewujudkan Program Bogor Berkeadaban yang menjadi salah sati program besar pemerintah kabupaten, yakni Pancakarsa.

    "Mathla’ul Anwar berusia kurang lebih 105 tahun, berkiprah dalam bidang sosial kemasyarakatan dan keagamaan, khususnya dalam dakwah dan penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Bogor. Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi kontribusi Mathla’ul Anwar," ujar politikus PPP itu.

    Ade Yasin juga mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Pengurus Besar Mathla’ul Anwar kepadanya, dalam upaya pembinaan kepada Madrasah Mathla’ul Anwar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.

    “Tentu penghargaan ini menjadikan saya lebih optimistis, semangat dalam mengemban amanah sebagai Bupati Bogor," kata Ade Yasin.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.