Longsor di Cianjur, PUPR Targetkan Jalur Selatan Selesai Sebelum Ramadan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi longsor. shutterstock.com

    Ilustrasi longsor. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Cianjur -Kementerian PUPR melalui PPK 2.5 Jawa Barat mengemukkan bahwa menjelang bulan Ramadan jalan nasional yang membentang di selatan Cianjur tepatnya di Kecamatan Naringgul hingga Bandung, sudah dapat dilalui secara normal setelah pembersihan material longsor tuntas.

    "Pengerjaan pembersihan sisa material longsoran yang menggunung di Tanjakan Mala, Kecamatan Naringul, ditargetkan tuntas sebelum masuknya bulan puasa, agar pengguna jalan dapat melintas dengan aman dan nyaman," kata Kepala Pengawas Lapangan (Kawaslap) PPK.2.5 Jabar Heri Kusena saat dihubungi, Minggu, 4 April 2021 soal efek longsor di Cianjur tersebut.

    Ia menjelaskan sisa longsoran yang sempat mengunung beberapa waktu lalu, sulit disingkirkan karena tanah bercampur batu berbagai ukuran mulai dari ukuran sedang hingga seukuran rumah.

    Untuk memudahkan proses pembersihan, pihaknya menurunkan empat alat berat berupa loader, dua unit mobil dumptruck, ditambah satu unit jeckhammer (alat penghancur batu). Selama proses pengerjaan, kelancaran arus lalulintas akan terganggu namun diharapkan proses pembersihan tuntas tepat waktu.

    "Kita upayakan satu minggu sebelum Ramadan, pengerjaan sudah tuntas karena yang lama adalah proses penghancuran batu besar yang banyak menutupi landasan jalan di Tanjakan Mala atau lebih dikenal dengan Tebing Hijau," katanya.

    Pihaknya mengimbau para pengendara untuk ekstra hati-hati saat melintas di Tanjakan Mala, terutama saat hujan turun deras dengan intensitas tinggi, karena tebing setinggi puluhan meter itu, masih rawan longsor dan ambruk meski sudah dipasang jaring baja.

    Baca juga : Soal Desain Istana Negara Burung Garuda di Ibu Kota Baru, PUPR: Belum Final

    "Kami imbau pengguna jalan untuk hati-hati dan waspada saat melintas karena Tebing Hijau yang sudah dipasang jaring baja penahan tanah, tetap saja rawan longsor terlebih ketika hujan turun deras dengan intensitas lama," katanya.

    Sementara warga sekitar berharap proses pembersihan material dapat dengan cepat dituntaskan karena menjelang masuknya bulan puasa dan lebaran nanti, volume kendaraan akan mengalami peningkatan, ditambah lagi selama material menumpuk di pinggir jalan, arus lalulintas terhambat setiap harinya.

    "Belum lagi batu besar yang terbawa longsor, rawan kembali menutup jalan karena posisinya labil, harapan kami sebelum puasa, Tanjakan Mala sudah bersih dari material longsor, sehingga pengendara dapat melintas dengan aman dan nyaman," kata tokoh masyarakat Naringggul, Jajang Nurahman.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.