Jam Sibuk KRL Bergeser, Rencanakan Lagi Waktu Naik Kereta

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi KRL/TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ilustrasi KRL/TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter mencatat pergeseran waktu penggunaan kereta rel listrik atau KRL pada jam sibuk. "Ada pergeseran persebaran pengguna per jam khususnya di hari kerja," kata Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan tertulisnya, Senin, 5 April 2021.

    Semula, penumpang memadati kereta pukul 06.00-07.00 WIB, kini bergeser 07.00-08.00 WIB. Pergerakan penumpang di sore hari juga berubah dari 16.00-17.00 WIB menjadi 17.00-18.00 WIB.

    Baca: KAI Commuter Minta Maaf, Stasiun KRL Tambun Padat Karena Adanya Pembangunan

    KAI Commuter mencatat penumpang KRL Jabodetabek rata-rata 375.743 orang per hari sepanjang Maret 2021. Jumlah ini naik 9,8 persen ketimbang Februari 2021 dengan rata-rata 342.128 orang per hari.

    "Jumlah pengguna tertinggi tiap pekan biasanya tercatat di hari Senin," kata dia.

    Anne memastikan protokol kesehatan tetap diberlakukan meski jumlah penumpang kereta naik. Protokol itu berupa penyekatan antrean masuk stasiun, pembatasan penumpang maksimal 74 orang per kereta, pengecekan suhu tubuh, wajib memakai masker, dan selalu menjaga jarak.

    Dia juga mengimbau calon penumpang KRL untuk merencanakan kembali waktu naik kereta. Tujuannya agar menghindari potensi kepadatan penumpang di dalam kereta. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.