Gelombang Tinggi di Samudera Hindia, BPBD Peringatkan Nelayan Lebak

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gelombang tinggi. ANTARA

    Ilustrasi gelombang tinggi. ANTARA

    TEMPO.CO, Lebak - Nelayan tradisional di pesisir selatan Lebak diimbau untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di perairan Samudera Hindia. Peringatan gelombang tinggi itu disampaikan oleh 
    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten. 

    "Kami minta nelayan perahu kecil mewaspadai gelombang tinggi itu," kata Kepala Seksi Penanganan Kedaruratan BPBD Banten Sumardi di Lebak, Minggu, 4 April 2021. 

    Menurut prakiraan cuaca BMKG, cuaca buruk di perairan selatan Banten-Jabar dapat menyebabkan gelombang tinggi antara 2,5-4 meter dengan kecepatan angin 15 knot.

    Kondisi tersebut berbahaya bagi nelayan tradisional yang masih menggunakan perahu kincang sepanjang 2,5 meter dan lebar 1 meter dengan mesin tempel.

    Mengantisipasi cuaca buruk itu, BPBD Banten bahkan mengimbau nelayan tradisional dan masyarakat tidak melakukan aktivitas di laut karena kondisi perairan selatan yang kurang bersahabat.

    "Kami sudah menyampaikan surat peringatan kewaspadaan dini bagi nelayan tradisional di pesisir selatan Lebak itu," ujar Sumardi. 

    Baca juga: Nelayan Tradisonal Lebak Kembali Melaut, Asa Usai Gelombang Tinggi, Hujan Lebat

    Para nelayan tradisional Binuangeun di Kabupaten Lebak juga telah paham dengan kondisi laut saat ini. Para nelayan setempat memilih menambatkan perahu kecil mereka karena perahu itu tidak kuat menahan gelombang tinggi di atas 2,5 meter. "Kami sudah biasa jika cuaca buruk tidak melaut," kata Undang (45), nelayan di Pantai Binuangeun.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.