DKI: 10 Kegiatan Ramadan Berpotensi Timbulkan Kerumunan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi salat tarawih pertama di Pondok Pesantren Mahfilud Dluror Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember pada awal Ramadan 1440 Hijriah di 2019. Jemaah ponpes ini mulai melaksanakan salat tarawih pada Rabu malam, 22 April 2020, penetapan awal Ramadan berdasarkan keyakinan yang menggunakan acuan sistem khumasi berdasarkan kitab Nushatul Majaalis yang sudah dijalankan selama 194 tahun. ANTARA/Zumrotun Solichah

    Ilustrasi salat tarawih pertama di Pondok Pesantren Mahfilud Dluror Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember pada awal Ramadan 1440 Hijriah di 2019. Jemaah ponpes ini mulai melaksanakan salat tarawih pada Rabu malam, 22 April 2020, penetapan awal Ramadan berdasarkan keyakinan yang menggunakan acuan sistem khumasi berdasarkan kitab Nushatul Majaalis yang sudah dijalankan selama 194 tahun. ANTARA/Zumrotun Solichah

    Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta mencatat 10 kegiatan yang akan menjadi perhatian selama Ramadan tahun ini.
    Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual DKI, Muhammad Zen, mengatakan sejumlah rangkaian ibadah Ramadan itu diharapkan menjadi perhatian pengurus masjid maupun musalah di DKI, untuk mencegah penularan Covid-19.

    "Kami meminta pengurus masjid menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama pelaksanaan ibadah Ramadan untuk mencegah penularan Covid-19," kata Zen melalui pesan teks, Senin, 5 April 2021.

    Baca: Masuki Ramadan, Pemprov DKI: Restoran Hanya Boleh 50 Persen, Sebab...

    Kegiatan atau aktivitas selama Ramadan yang biasanya menimbulkan kerumunan yang harus diantisipasi adalah sahur bersama, salat rawatib, salat jum'at, kultum dan kajian keagamaan tatap muka.

    Kegiatan lainnya yang berpotensi menimbulkan kerumunan adalah buka puasa dan salat tarawih, peringatan malam nuzulul al Qur'an, I'tikaf, penunaian dan pendistribusian Zakat dan Malam Takbir, serta salat Idul Fitri 1442 H. "Para pengurus masjid dan musala harus menyiapkan panduan teknis penyelenggaraan ibadah Ramadan."

    Pemerintah DKI, mengizinkan aktivitas peribadatan dan keagamaan selama Ramadan. Namun, pemerintah meminta pengurus tempat ibadah dan jemaahnya untuk mengikuti kebijakan pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

    Sejumlah kebijakan yang harus dilakukan selama pelaksanaan ibadah dan kegiatan Ramadan, di antaranya menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun yang disediakan di tempat ibadah. "Kapasitas juga hanya dibolehkan 50 persen dari total dan mencegah potensi terjadinya kerumunan saat kegiatan," ujarnya.

    Mengantisipasi penyebaran Covid-19, Zen mengajak semua pihak bersama pemerintah meningkatkan kedisiplinan dalam kegiatan Ramadan.



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.