Munarman Tuding Penemuan Paket Misterius Tertulis Namanya Sebagai Pengalihan Isu

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • uru bicara FPI, Munarman (memakai baju biru) ditemui awak media di kantor Subdirektorat Resmob Polda Metro Jaya usai menjalani pemeriksaan, Rabu petang, 9 Oktober 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    uru bicara FPI, Munarman (memakai baju biru) ditemui awak media di kantor Subdirektorat Resmob Polda Metro Jaya usai menjalani pemeriksaan, Rabu petang, 9 Oktober 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Jakarta - Mantan Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI), Munarman, menuding paket misterius yang ditemukan di Grogol, Limo, Kota Depok merupakan usaha pengalihan isu. "Ada interruption (pengalihan) terhadap berbagai isu fundamental melalui disruption issue FPI, saya, dan terorisme ini," ujar Munarman kepada Tempo, Selasa, 6 April 2021. 

    Menurut dia, ada pihak yang berusaha menggiring opini publik agar melupakan desakan pengusutan hingga tuntas penembakan enam laskar FPI, defisit APBN yang mencapai 50 persen, dan operasi penyelamatan koruptor kroni penguasa.

    Baca: Disebut dalam Video Terduga Teroris, Munarman: Gak Kenal Saya

    Usaha pengalihan itu dilakukan dengan menaikkan isu terorisme yang disangkutpautkan dengan FPI dan mantan anggotanya. "(Pengalihan isu) agar pihak-pihak yang berkuasa, supaya posisi dominannya tidak diganggu, otoritasnya tidak dipertanyakan, mereka coba menjinakkan alam pikiran rakyatnya," ujar Munarman. 

    Pada Ahad malam kemarin sekitar pukul 20.00, paket misterius berbalut kertas putih dan plastik hitam bertuliskan FPI Munarman ditemukan warga di Jalan Raya Grogol. Kepala Polres Metro Depok, Komisaris Besar Imran Edwin Siregar mengatakan, menurut keterangan saksi di lapangan, paket itu semula ditemukan di belakang sebuah warung.

    "Sekitar pukul 20.00 lewat sedikit tadi, warga setempat melaporkan dia menemukan barang mencurigakan persis di belakang warungnya," kata Imran. 

    Pemilik warung berinisiatif memindahkan barang mencurigakan itu ke jalan raya. "Kira-kira 5 meter di belakang warung, kemudian melapor. Saya berkoordinasi dengan Polda," kata Imran.

    Tim Gegana Mabes Polri memeriksa barang itu. Berdasarkan hasil identifikasi sementara, paket itu adalah kaleng berisi magasin laras panjang dan beberapa butir peluru. 

    Imran mengatakan paket bertuliskan FPI Munarman itu telah dibawa oleh Tim Gegana. "Masih diperiksa Gegana. Saya enggak bisa memastikan itu barang apa itu," kata Imran.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.