Viral Hardik Anak Kecil, Pedagang Mainan di Pasar Pagi Minta Maaf

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi video viral. shutterstock.com

    Ilustrasi video viral. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pedagang mainan di Pasar Pagi, Jakarta Barat, yang viral karena menghardik anak kecil akhirnya mengajukan permohonan maaf melalui sebuah video. Akibat kasus itu, pedagang berinisial A itu kena tegur Satpol PP Jakarta Barat. A juga banjir kecaman dari masyarakat yang menganggapnya arogan. 

    "Dengan kerendahan hati saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada ibu beserta dua anaknya yang berencana mau berbelanja pada saya tetapi saya hardik," ujar A dalam video yang viral, Selasa, 6 April 2021. 

    A menjelaskan alasannya membentak dan memaki dua anak kecil itu karena kesal dagangannya dilempar. Orang tua anak itu tak terima anaknya dibentak dan langsung menegur A. Namun teguran orang tua anak itu langsung dijawab dengan sengit oleh A.

    Pedagang mainan itu meminta agar orangtua anak itu mengajari tata krama terhadap anaknya. Video itu viral dan warganet menganggap tindakan A sangat arogan. 

    Setelah video itu viral, A mengatakan menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya. "Saya tidak akan mengulangi kesalahan saya yang lama dan saya akan ramah kepada pembeli," kata A.

    Baca juga: Kasus Tabrak Lari Pedagang Sayur di Kemayoran, Polisi Imbau Pelaku Serahkan Diri

    Kepala Satpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat akan memberikan pembinaan terhadap pedagang mainan yang viral karena membentak calon pembeli agar kejadian seperti ini tak terulang lagi. Tamo mengatakan pembinaan dilakukan sebagai pengganti sanksi. "Kami akan ingatkan pedagang, karena walau pun si anak salah, dia enggak boleh kasar," kata Tamo.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.