Sekolah Tatap Muka, Hanya 30 Persen Siswa Diizinkan oleh Orang Tua

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah murid belajar saat mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka hari pertama di SDN Kenari 08 pagi, Jakarta, Rabu, 7 April 2021. Pemerintah Provinsi DKI melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di 100 sekolah mulai 7 April hingga 29 April 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Skema yang akan diterapkan adalah pembelajaran  tatap muka secara bergantian di dalam ruangan maksimum 50 persen dari kapasitas ruangan. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Sejumlah murid belajar saat mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka hari pertama di SDN Kenari 08 pagi, Jakarta, Rabu, 7 April 2021. Pemerintah Provinsi DKI melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di 100 sekolah mulai 7 April hingga 29 April 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Skema yang akan diterapkan adalah pembelajaran tatap muka secara bergantian di dalam ruangan maksimum 50 persen dari kapasitas ruangan. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan hanya 30 persen siswa yang diizinkan oleh orang tuannya untuk mengikuti uji coba sekolah tatap muka yang berlangsung mulai 7 April sampai 29 April 2021. "Ternyata cukup mendapat sambutan antusias dari anak-anak, sekalipun menurut data besarnya masih 20-30 persen siswa yang diizinkan oleh orang tua," kata Riza saat meninjau sekolah tatap muka di SMKN 2 Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 7 April 2021.

    Riza Patria mengatakan bahwa hanya 85 sekolah di seluruh DKI Jakarta, dari jenjang SD sampai SMA yang mulai melaksanakan kegiatan belajar tatap muka.

    Baca: Begini Situasi Uji Coba Sekolah Tatap Muka di SDN Gandaria Utara 11 Pagi

    Sekolah tatap muka masih akan dievaluasi selama dua bulan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

    Sebanyak 85 sekolah yang menjalani uji coba belajar tatap muka ini menjadi percontohan dari segi protokol kesehatan yang diterapkan di sekolah lainnya, menjelang bulan Juli atau saat memasuki Tahun Ajaran Baru 2021/2022.

    Kepala Sekolah SMKN 2 Jakarta, Murni Astuti menjelaskan hanya 45 siswa yang mengikuti sekolah tatap muka, dari jumlah total 670 siswa di sekolah itu.

    Pembelajaran pun hanya digelar untuk kelas XII yang akan ujian sertifikasi. Karena itu, hanya mata pelajaran produktif atau yang sesuai kejuruan yang dilakukan secara tatap muka, sedangkan mata pelajaran dasar seperti Matematika dan Bahasa Indonesia masih dilakukan secara daring.

    Yang diizinkan orang tua sebanyak 45 siswa dari seluruh siswa berjumlah 670 siswa. "Selebihnya semua daring dari rumah," kata Murni.

    Sekolah tatap muka di SMKN 2 Jakarta dibuka untuk lima kelas kejuruan, yakni Bisnis Daring dan Pemasaran, Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran, Multimedia, dan Rekayasa Perangkat Lunak.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.