Epidemiolog Sarankan Salat Tarawih di Rumah Jika Masjid Penuh

Ilustrasi anak tarawih. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Epidemiolog dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono menyarankan Pemerintah DKI Jakarta mengawasi dengan ketat protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 selama ibadah Ramadan tahun ini.

"Ramadan tahun ini pemerintah membolehkan tempat ibadah dibuka untuk menyelenggarakan salat tarawih. Itu harus dipastikan protokol kesehatan dilaksanakan," kata Tri saat dihubungi, Selasa, 6 April 2021.

Menurut Tri, penularan wabah ini masih tinggi di Ibu Kota, meski telah terjadi penurunan. Angka penularan masih tinggi karena positivity rate atau rasio positif orang yang tertular Covid-19 masih berkisar 9-10 persen. Adapun standar minimal relaksasi bisa dilakukan jika rasio positif di bawah 5 persen.

Tri menyarankan pemerintah harus bisa memastikan bahwa setiap masjid maupun musala yang menyelenggarakan kegiatan ibadah membatasi kapasitasnya maksimal 50 persen.

"Kalau sudah penuh 50 persen. Lebih baik warga salat di rumah," ujarnya. "Kalau memaksakan ke masjid akan berisiko terhadap penularan Covid-19."

Selain itu, protokol kesehatan 3M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun juga wajib diterapkan selama pelaksanaan ibadah Menurut Tri, pemerintah saat ini sudah tidak bisa melarang kegiatan ibadah seperti tahun lalu karena pandemi.

Namun, Tri melanjutkan, pemerintah punya kewenangan untuk mengatur regulasinya untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19. "Karena wabah ini statusnya masih pandemi yang global. Bukan epidemi yang hanya cakupan wilayah. Pemerintah bisa memberikan intervensinya," ucapnya.






PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

11 jam lalu

PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali


Jokowi: Sebentar Lagi Akan Kita Nyatakan Pandemi Berakhir

1 hari lalu

Jokowi: Sebentar Lagi Akan Kita Nyatakan Pandemi Berakhir

Jokowi menyatakan ada kemungkinan pemerintah dalam waktu dekat bakal menyatakan pandemi Covid-19 berakhir. Ini sebabnya.


DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

2 hari lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

2 hari lalu

Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

Ratusan penghuni Apartemen Lavande Residences, Jakarta Selatan mengikuti kegiatan donor darah bertempat di lantai dasar apartemen.


Hari Batik Nasional, Rumah Batik Palbatu Gelar Program Seribu Kain

2 hari lalu

Hari Batik Nasional, Rumah Batik Palbatu Gelar Program Seribu Kain

Usaha batik Palbatu sempat terdampak pandemi Covid-19 sehingga produksi kain hingga kelas batiknya sempat tutup.


Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

3 hari lalu

Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

Update Covid hari ini Jumat 30 September 2022 bertambah 1.857 kasus sehingga total mencapai 6.431.624 orang.


Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

4 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

4 hari lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

5 hari lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Sri Mulyani Ungkap Alasan RI Pede Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tembus 6 Persen

5 hari lalu

Sri Mulyani Ungkap Alasan RI Pede Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tembus 6 Persen

Di negara lain, ucap Sri Mulyani, tidak semua warga bisa menikmati kehidupan yang biasa layaknya orang Indonesia.