Munarman Duga Bambang Setiono yang Ditangkap Densus 88 Disusupkan ke FPI

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Umum FPI Munarman saat ditemui di kantor Dewan Pimpinan Pusat FPI, Petamburan, Jakarta Barat, pada Senin, 11 November 2019. Tempo/Adam Prireza

    Sekretaris Umum FPI Munarman saat ditemui di kantor Dewan Pimpinan Pusat FPI, Petamburan, Jakarta Barat, pada Senin, 11 November 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam Munarman bicara soal Bambang Setiono yang ditangkap Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri di Bekasi, Jawa Barat.

    Dalam video yang viral, Bambang mengaku akan meledakkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU agar Rizieq Shihab dapat dibebaskan. "Mau membebaskan HRS pakai meledakkan SPBU? Goblok menurut saya," kata Munarman, Rabu 7 April 2021.

    Munarman menduga Bambang sengaja disusupkan ke FPI yang kini dilarang pemerintah itu. Tujuannya agar masyarakat membenarkan label teroris kepada ormas yang didirikan Rizieq Shihab tersebut.

    Baca juga: Isu Terorisme Menyasar FPI, Munarman: Kita Diskusi Saja, Jangan Main Kasar

    ADVERTISEMENT

    "Dugaannya dia didorong-dorong oleh agen infiltrasi yang mau menyeret nama FPI dengan tujuan supaya FPI jadi organisasi teroris," kata Munarman.

    Sebelumnya viral video pengakuan Bambang Setiono. Ia mengaku menjadi simpatisan FPI sejak Desember 2020.

    Dalam video berdurasi 1 menit 58 detik itu Bambang merencanakan penyerangan sebuah SPBU menggunakan bom molotov berbahan black powder yang diperoleh dari rekannya bernama Zulaimi Agus.

    "Aksi penyerangan kepada SPBU dengan bom molotov untuk menuntut bebas Habib Rizieq Shihab," kata Bambang.

    Bambang menjelaskan pembuatan bahan peledak oleh Zulaimi Agus berdasarkan perintah Husein Hasny alias HH. Husein merupakan terduga teroris yang diciduk petugas di kawasan Condet, Jakarta Timur.

    Munarman menyebut rencana Bambang itu sebuah kebodohan. Menurut dia, jika ingin membebaskan Rizieq harus menggunakan pengacara. "Pakai ilmu hukum, bersidang di pengadilan, bukan dengan meledakkan SPBU," ujar dia.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji