Munarman Duga Usaha Mengaitkan FPI dengan Gerakan Teroris Masih Berlanjut

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atribut FPI yang ditemukan di rumah terduga teroris di Condet, Jakarta Timur, saat dihadirkan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 29 Maret 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Atribut FPI yang ditemukan di rumah terduga teroris di Condet, Jakarta Timur, saat dihadirkan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 29 Maret 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Eks pentolan FPI Munarman, menduga usaha mengaitkan-ngaitkan organisasi besutan Rizieq Shihab itu dengan gerakan teroris masih akan terus berlanjut. Sebab, menurut Munarman, ada pihak yang menginginkan FPI memiliki stigma negatif di masyarakat. 

    "Kalau kita gunakan teori rekonstruksi sosial dan teori hegemoni, mereka akan terus menerus secara berkelanjutan menciptakan fakta-fakta buatan sesuai dengan tujuan yang hendak mereka capai, yaitu memfitnah FPI dan saya agar terkait dengan terorisme," ujar Munarman saat dihubungi Tempo, Kamis, 8 April 2021. 

    Munarman berharap pihak-pihak tersebut berhenti mengaitkan FPI dengan gerakan terorisme. Sebab, saat ini organisasi tersebut sudah tidak ada dan fokus masyarakat terhadap permasalahan yang sedang terjadi teralihkan oleh isu terorisme. 

    "Saya hanya bisa menasehati, hentikanlah cara cara kotor seperti itu. Kita semua ini nanti pasti mati dan pasti akan dipertanggungjawabkan perbuatan perbuatan kotor seperti itu," kata Munarman. 

    Baca juga: Munarman Duga Bambang Setiono yang Ditangkap Densus 88 Disusupkan ke FPI

    Beberapa usaha mengaitkan FPI dengan terorisme, menurut Munarman, seperti penemuan paket misterius di Depok dengan tulisan "FPI Munarman". Tim Gegana Mabes Polri yang diterjunkan untuk meneliti barang tersebut mengonfirmasi paket itu adalah kaleng berisi magasin laras panjang dan beberapa butir peluru.

    Selain itu dalam penangkapan terduga teroris berinisal HH di Condet, polisi menemukan berbagai macam atribut FPI. Salah satunya adalah buku  berjudul "FPI Amar Ma'ruf Nahi Munkar". 

    Selembar baju bewarna hijau dan putih dengan tulisan Laskar Pembela Islam turut ditemukan polisi. Polisi juga menyita dua buah kartu tanda anggota FPI dengan nama Husein Hasny dan beberapa keping VCD hingga poster eks Pimpinan FPI Rizieq Shihab. 

    Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran menyatakan seluruh barang bukti itu saat ini masih dalam pemeriksaan tim Densus 88 untuk melihat keterkaitan antara FPI dengan kelompok teroris itu. "Iya termasuk itu (penemuan atribut FPI), jika ada keterkaitan itu kan sebagai temuan awal, sedang diadalami oleh Densus 88," ujar Fadil. 

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.