Lenteng Agung Macet Akibat Flyover Tapal Kuda, Pemprov DKI Akan Lebarkan Jalan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi nekat pesepeda motor terobos Flyover Tapal Kuda, Lenteng Agung, Jakarta, Senin 1 Maret 2021. Minimnya pengawasan petugas menyebabkan banyak pengendara sepeda motor nekat menerobos flyover tapal kuda Lenteng Agung yang masih ditutup. TEMPO/Subekti.

    Aksi nekat pesepeda motor terobos Flyover Tapal Kuda, Lenteng Agung, Jakarta, Senin 1 Maret 2021. Minimnya pengawasan petugas menyebabkan banyak pengendara sepeda motor nekat menerobos flyover tapal kuda Lenteng Agung yang masih ditutup. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pemerintah berencana melebarkan jalanan di sekitar flyover tapal kuda, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

    Rencana pelebaran jalan itu diambil menyusul kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut. "Sekarang masih macet. Nanti akan dilakukan pelebaran. Tidak hanya lebih baik dan cepat, tapi tidak macet," kata Wagub DKI di Balai Kota DKI, Kamis, 8 April 2021.

    Kemacetan terjadi pada jalan raya menuju ke jalan layang tapal kuda. Diduga kemacetan di Lenteng Agung itu terjadi karena penyempitan ruas jalan akibat jalan layang tersebut.

    Keluhan kemacetan itu ramai disampaikan oleh warganet di media sosial Twitter. Mereka mengeluhkan kemacetan panjang akibat jalan raya yang menyempit setelah pembangunan jalan layang tapal kuda.

    Baca juga: Dinas Bina Marga Siapkan Jalur Sepeda di Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung

    Riza memastikan pembangunan proyek flyover tapal kuda sudah diperhitungkan sebelumnya. Mereka juga sudah memetakan mana saja properti milik warga yang akan terkena pelebaran jalan. "Jadi tidak mungkin kami membuat suatu kebijakan untuk mengurangi kemacetan di satu titik, menimbulkan kemacetan di titik lain. Tidak begitu," tutur dia.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.