Bangun Tugu Sepeda Senilai Rp 800 Juta, Riza Patria: Anggaran dari Pihak Ketiga

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembangunan Tugu Sepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa, 6 April 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pekerja menyelesaikan pembangunan Tugu Sepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa, 6 April 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI jakarta tengah membangun tugu sepeda di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Wakil Gubernur Riza Patria mengatakan pembangunan tugu tersebut menghabiskan dana Rp 800 juta.

    "Anggarannya dari pihak kewajiban pihak swasta. Dari pihak ketiga," ucap Riza di Balai Kota pada Kamis, 8 April 2021.

    Tugu tersebut berbentuk satu buah ban sepeda raksasa. Menurut Riza, pembangunan tugu itu masuk ke dalam proyek 11 jalur sepeda permanen yang akan dibangun di kawasan yang sama. Secara total, proyek pembangunan tugu dan jalur sepeda itu senilai Rp 28 miliar.

    Riza mengatakan pembangunan tugu dan jalur sepeda permanen itu salah satu bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pengguna sepeda. Ia berharap ke depannya sepeda dapat menjadi moda transportasi masyarakat, tidak hanya sekedar rekreasi dan olah raga.

    Selain itu, Riza menyebut pembangunan tugu sepeda memberi kesempatan pada pelaku seni rupa untuk berkreasi dan berinovasi. "Ini sesuatu yang baik. Dan kami ingin mempercantik Ibu Kota," tutur dia.

    Belakangan Pemerintah Provinsi DKI memang tengah getol mengampanyekan budaya menggunakan sepeda. Jumlah pesepeda meningkat pesat di masa pandemi Covid-19.

    Baca juga: Jalur Sepeda Permanen Belum Rampung, DKI: Ada Pemindahan Lajur Transjakarta

    Namun pembangunan tugu sepeda itu tak bebas dari kritik. Ferdinand Hutahaean lewat cuitan di akun Twitternya pada Selasa, 6 April 2021, menyampaikan kritik terkait proyek pembangunan tugu sepeda itu. "Program ini tidak bermanfaat. Tidak memiliki landasan filosofis," tulis dia. "Mestinya kalau mau bangun tugu, lebih baik yang terkait budaya Jakarta dan sejarah Jakarta. Bukan seperti ini yang tidak bermanfaat."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi