Kapolda Metro Jaya Buat Program Celengan Ramadan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran akan membuat program celengan Ramadan memasuki bulan puasa 2021. Program ini bertujuan mengumpulkan donasi dari para anggota kepolisian untuk membelikan hidangan sahur dan berbuka puasa masyarakat.

    Fadil mengatakan, dengan adanya program Celengan Ramadan ini sebanyak 30 ribu anggota Polda Metro Jaya mau menyumbang Rp 1.000 sehari selama bulan Ramadan.

    "Kalau sehari ngumpulin sehari Rp 1.000 perak aja kali 30 ribu, terkumpul Rp 30 juta, lalu dikali 30 hari jadi Rp 900 juta," ujar Fadil di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 8 April 2021.

    Dengan uang tersebut, Fadil mengatakan anggotanya dapat membelikan makanan berupa nasi bungkus dan takjil seharga Rp 25 ribu ke warung tegal (warteg). Sehingga dalam sebulan, anggota Polda Metro Jaya bisa membelikan hidangan berbuka dan sahur 400 ribu orang.

    ADVERTISEMENT

    "Bayangkan betapa besarnya pahalanya yang didapatkan jika menyisihkan uang untuk kasih buka puasa ke orang lain. Pahala dapat, usaha yang tutup bisa kembali buka," ujar Fadil.

    Baca juga: Rizieq Shihab Bersyukur Kapolda Metro Buka Suara Soal Penembakan 6 Laskar FPI

    Selain membelikan makanan, Kapolda Metro Jaya berencana menggunakan uang itu untuk membeli alat salat dan Alquran. Fadil mengatakan program Celengan Ramadhan sudah berjalan sejak bulan lalu. Dari gerakan sedekah ini, Polda Metro Jaya sudah membagikan 5.000 Alquran dan sajadah. "Ini akan serentak dilakukan seluruh Polres," ujar Fadil.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.