Ramadan, Epidemiolog Minta Pemda Tiadakan Tradisi yang Bisa Timbulkan Kerumunan

Ilustrasi saf salat berjemaah. Xinhua

TEMPO.CO, Jakarta - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, meminta pemerintah daerah untuk meniadakan tradisi selama Ramadan, di luar ibadah, yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Salah satunya kebiasaan itu mencari jajanan menjelang buka puasa atau ngabuburit.

"Budaya ngabuburit harus diredam dulu saat ini," kata dia saat dihubungi, Kamis, 8 April 2021.

Baca: Kapolda Metro Jaya Buat Program Celengan Ramadan

Jika memang harus diadakan, pemerintah perlu mengatur agar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama ngabuburit tetap diterapkan. Pemerintah daerah, kata dia, harus memfasilitasi penjual makanan teratur dan ditempatkan di ruang terbuka.

Tradisi nyekar atau ziarah makam juga harus diatur, sehingga tak terjadi kepadatan orang. Tradisi makan bersama alias munggahan dibatasi jumlah orangnya di bawah 10 dan berasal dari wilayah atau komunitas yang sama. "Sebaiknya ditiadakan dulu." 

Dicky mengingatkan segala aktivitas yang memicu mobilitas atau interaksi manusia berpotensi menyebarkan Covid-19. Apalagi ketika interaksi tinggi, biasanya orang mengabaikan protokol 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Pemerintah pusat memutuskan tak akan melarang pelaksanaan ibadah Ramadan seperti salat Tarawih dan salat Idul Fitri berjamaah. Meski begitu, jamaah harus terbatas pada komunitas yang sama atau sudah saling mengenal. Jamaah di luar komunitas itu tak diizinkan ikut salat.






CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

4 jam lalu

CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

CEO Pfizer Inc, Albert Bourla, pada Sabtu, 24 September 2022, mengumumkan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

21 jam lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

1 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022


Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

2 hari lalu

Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada Kamis, 22 September 2022, mengumumkan Jepang akan melonggarkan aturan Covid-19 di wilayah perbatasan


Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

4 hari lalu

Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

Jepang melonggarkan perbatasan, namun turis yang masuk hotel tanpa masker akan dilarang.


Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

5 hari lalu

Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

Kasus Corona di AS masih tinggi saat Joe Biden menyatakan pandemi Covid-19 sudah berakhir.


Charter Citilink, 124 Mahasiswa Indonesia Kembali ke China

5 hari lalu

Charter Citilink, 124 Mahasiswa Indonesia Kembali ke China

Sebanyak 54 perguruan tinggi di 21 kota di China akan menerima kembali mahasiswa Indonesia, yang sempat pulang kampung di awal pandemi Covid-19 2020.


Pentingnya Vaksinasi Covid-19 di tengah Peluang Endemi

6 hari lalu

Pentingnya Vaksinasi Covid-19 di tengah Peluang Endemi

Salah satu dari enam rekomendasi WHO untuk menuju endemi di dunia adalah cakupan vaksinasi Covid-19 100 persen, khususnya pada lansia dan nakes.


Bukan Covid-19, Keluarga Bilang Penyebab Kematian Azyumardi Azra Serangan Jantung

6 hari lalu

Bukan Covid-19, Keluarga Bilang Penyebab Kematian Azyumardi Azra Serangan Jantung

Informasi yang diterima keluarga dari pihak rumah sakit, almarhum Azyumardi Azra meninggal akibat serangan jantung.


Keluarga Bantah Azyumardi Azra Meninggal Karena Covid-19

6 hari lalu

Keluarga Bantah Azyumardi Azra Meninggal Karena Covid-19

Keluarga meluruskan informasi yang menyebutkan bahwa Azyumardi Azra meninggal karena Covid-19. Tapi karena serangan jantung.