Jakpro Perkiraan Biaya Formula E Rp 1,23 Triliun, di Luar Commitment Fee

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Asistensi Komisi Pengarah Medan Merdeka dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI mengambil sampel aspal bekas uji coba lintasan Formula E di kawasan Monas. TEMPO | Kiki Astari

    Tim Asistensi Komisi Pengarah Medan Merdeka dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI mengambil sampel aspal bekas uji coba lintasan Formula E di kawasan Monas. TEMPO | Kiki Astari

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengajukan perkiraan biaya penyelenggaraan Formula E di Ibu Kota mencapai Rp 1,23 triliun. Dalam laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI Jakarta tercatat anggaran itu untuk pelaksanaan balap mobil listrik selama lima tahun pada 2020-2024.

    "PT Jakpro mengajukan perkiraan biaya pelaksanaan senilai Rp 1,23 triliun, di luar biaya fee kepada FEO (promotor sekaligus pemegang lisensi Formula E) yang dibayarkan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga)," demikian bunyi laporan itu yang dikutip Tempo, Kamis, 8 April 2021.

    Laporan BPK ini merupakan hasil pemeriksaan terhadap laporan keuangan pemerintah DKI pada 2019. Laporan terbit pada 19 Juni 2020 yang ditandatangani Kepala Perwakilan BPK DKI Pemut Aryo Wibowo.

    PT Jakpro memerlukan anggaran Rp 1,23 triliun untuk biaya konstruksi, organisasi acara, administrasi, asuransi, pemasaran, dan lainnya. Perkiraan biaya tersebut dimasukkan dalam proposal penyertaan modal daerah (PMD) PT Jakpro 2019-2024.

    Rincian PMD yang dibutuhkan antara lain Rp 344,4 miliar (2020), Rp 218 miliar (2021), Rp 221 miliar (2022), Rp 226 miliar (2023), dan Rp 230 miliar (2024). Dengan begitu, totalnya mencapai Rp 1,23 triliun.

    "Kebutuhan biaya PT Jakpro tersebut nantinya akan dipenuhi oleh Pemprov DKI Jakarta melalui PMD."

    Pada 2019, BUMD DKI itu telah mengucurkan dana Rp 439,34 miliar. Realisasi anggarannya terdiri dari sembilan jenis biaya. Pertama biaya bank garansi atas fee senilai GBP 20 juta atau Rp 388 miliar.

    Kemudian biaya bank garansi atas peningkatan 10 persen fee musim berikutnya sebesar GBP 2 juta atau Rp 35 miliar. Sisanya untuk biaya issuance bank garansi (Rp 2,08 miliar), infrastruktur sirkuit (Rp 9,43 miliar), dan impact absorber Tecpro (1,98 miliar).

    Selanjutnya, biaya karyawan tim Formula E dari Jakpro (Rp 1,48 miliar), penelitian dan studi kelayakan (Rp 811,83 juta), biaya pemindahan kantor (Rp 114,57 juta), serta biaya sewa dan utilitas kantor (Rp 425,3 juta).

    Pada tahun yang sama, Dispora DKI juga mengeluarkan dana untuk belanja pembayaran fee Formula E sebanyak Rp 359,99 miliar.

    Dalam laporan realisasi anggaran DKI per 31 Desember 2019 termaktub anggaran belanja barang dan jasa Dispora Rp 535,61 miliar. Sementara realisasinya Rp 471,21 miliar atau 87,98 persen.

    Baca juga: Fraksi PDIP: Formula E Akan Rugikan Pemerintah DKI Rp 106 miliar

    "Salah satu realisasinya adalah untuk belanja pembayaran fee penyelenggaraan Formula E senilai Rp 359,99 miliar," begitu isi laporan tersebut.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.