Polisi Minta Dua DPO Teroris Lain Ikuti Jejak Nouval Menyerahkan Diri

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi buronan

    Ilustrasi buronan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Azis Andriansyah menjelaskan Nouval Farisi, menyerahkan diri setelah pihaknya mendapatkan informasi soal keberadaan terduga teroris itu dari masyarakat. Nouval merupakan buronan kasus terorisme yang terafiliasi dengan terduga teroris di Condet. 

    "Benar ada beberapa DPO, dari dasar itu polisi dibantu masyarakat mencari informasi keberadaan orang-orang tersebut. Lalu satu DPO yang menyerahkan diri dengan baik," ujar Azis di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat, 9 April 2021. 

    Baca juga: Seorang Terduga Teroris Menyerahkan Diri ke Polsek Setiabudi

    Azis mengatakan pihaknya sampai saat ini masih mencari keberadaan dua DPO teroris lainnya. Ia mengatakan pihak kepolisian akan melakukan upaya persuasif agar para buronan tersebut mau mengikuti jejak Nouval menyerahkan diri. 

    "Dalam hal penanganan teroris tak melulu dengan upaya paksa, dengan persuasif akan dilayani. Kami mengimbau DPO untuk melakukan upaya yang sama (dengan Nouval)," ujar Azis. 

    Sebelumnya Nouval menyerahkan diri ke Polsek Setiabudi setelah namanya diumumkan sebagai DPO teroris. Nouval menyerahkan diri pada Kamis malam kemarin dengan diantar orangtua dan kerabatnya. 

    Sebelumnya, Mabes Polri telah merilis identitas tiga terduga teroris yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO Densus 88 Antiteror. Foto dan data diri tiga terduga teroris itu diunggah akun Twitter Divisi Humas Polri, @DivHumas_Polri pada Kamis kemarin. 

    Adapun identitas ketiga terduga teroris itu adalah, Yusuf Iskanda alias Jerry warga Jalan Ketapang RT 10/RW 01, Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kemudian kedua Nouval Farisi warga Jalan Mawar RT 003/04, Kelurahan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Lalu Arief Rahman Hakim warga Jalan Damai RT 002/05, Kelurahan Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.