Karawang Perpanjang PPKM Mikro Lagi: Positif Covid-19 Capai 17.706 Orang

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga terlihat mengenakan masker di leher di depan mural bertema Covid-19 di halaman Balai Kota Depok, Depok, Rabu, 6 Januari 2021. Gubernur Jawa Barat menyatakan Kota Depok dan Kabupaten Karawang berstatus siaga 1 disebabkan selama sebulan berada di zona merah dalam risiko penularan COVID-19. ANTARA/Asprilla Dwi Adha

    Warga terlihat mengenakan masker di leher di depan mural bertema Covid-19 di halaman Balai Kota Depok, Depok, Rabu, 6 Januari 2021. Gubernur Jawa Barat menyatakan Kota Depok dan Kabupaten Karawang berstatus siaga 1 disebabkan selama sebulan berada di zona merah dalam risiko penularan COVID-19. ANTARA/Asprilla Dwi Adha

    TEMPO.CO, Karawang -Pemerintah Kabupaten Karawang memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM Mikro untuk kelima kali.

    Hal itu guna menekan penularan Covid-19 di daerah tersebut.

    "Kondisi di Karawang sekarang ini belum membaik. Kita masih di zona oranye (risiko sedang)," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Fitra Hergyana, di Karawang, Jumat petang, 9 April 2021.

    Hingga kini jumlah kumulatif konfirmasi positif Covid-19 di Karawang mencapai 17.706 orang. Rinciannya, sebanyak 615 orang masih dalam perawatan dan 544 orang meninggal dunia.

    Sementara pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh mencapai 16.547 orang dan yang meninggal dunia bertambah dua orang serta pada Jumat ini berkurang 59 orang pasien Covid-19 yang dirawat.

    Baca juga : Efek PPKM Mikro, Masjid Istiqlal Tak Gelar Buka Puasa Bersama

    Terkait dengan perpanjangan PPKM di Karawang, Fitra menyampaikan kalau itu diterapkan sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 7 tahun 2021.

    Dengan begitu, PPKM Mikro ini kembali diberlakukan mulai 6 April hingga 19 April 2021.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.