Cerita Organda DKI, Pengusaha Sudah Cek Kondisi Bus tapi Ternyata Mudik Dilarang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang menaiki bus AKAP di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis, 8 April 2021. Penutupan dilakukan sebagai tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat yang melarang mudik lebaran 2021. TEMPO/Subekti.

    Penumpang menaiki bus AKAP di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis, 8 April 2021. Penutupan dilakukan sebagai tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat yang melarang mudik lebaran 2021. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Shafruhan Sinungan mengatakan, para pengusaha merasa kaget dengan adanya larangan mudik Lebaran 2021. Padahal, dalam rapat dengan DPR, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan tak melarang mudik.

    Pernyataan Budi itu disambut positif oleh pengusaha bus. Mereka juga bersiap-siap menyambut mudik dengan mengecek kembali kondisi bus yang sudah lama tak beroperasi.

    "Kendaraan-kendaraan yang sempat tidur, yang tidak beroperasi lebih dari 50 persen kami cek and ricek, kami perbaiki dan servis," kata dia saat dihubungi, Sabtu, 10 April 2021.

    Baca juga: Tolak Larangan Mudik, Organda: Seperti Keledai Terantuk di Lubang yang Sama

    Sebelumnya, Budi Karya mengumumkan pemerintah tidak melarang mudik Lebaran 2021. Hal itu disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR pada Selasa, 16 Maret 2021.

    Pengusaha yang tergabung dalam Organda DKI merespons pernyataan tersebut. Mereka ingin memastikan bus-bus siap mengangkut penumpang menuju kampung halaman.

    Menurut Shafruhan, pengusaha angkutan sudah mengucurkan biaya untuk mengecek hingga memperbaiki bus. Namun, pengecekan dihentikan setelah pemerintah akhirnya melarang mudik. "Kami dalam kondisi sulit, kami terpaksa mengeluarkan biaya, akhirnya kami setop lagi. Boro-boro pikirin untung," ujar dia.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Megawati Bergelimang Gelar Doktor Honoris Causa walau Tak Tamat Kuliah

    Megawati akan menerima gelar kehormatan dari Universitas Pertahanan. Gelar itu akan melengkapi koleksi gelar Doktor Honoris Causa yang ia terima.