Yayasan Harapan Kita Sebut Tak Pernah Minta Anggaran Negara Buat Kelola TMII

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Mobil mintas menuju pintu masuk di samping plang bertuliskan 'Taman Mini Indonesia Indah dalam Penguasaan Kemensetneg' di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis, 8 April 2021. Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

JAKARTA- Sekretaris Yayasan Harapan Kita (YHK), Tria Sasangka Putra, mengatakan selama ini pihaknya tak pernah meminta anggaran dari negara untuk pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Menurut dia, seluruh kebutuhan pengelolaan dibiayai secara mandiri oleh YHK. “Untuk mengurus SDM, melaksanakan operasi manajemen, pemeliharaan, melanjutkan pembangunan, dan dengan pendanaan dibiayai langsung oleh YHK. Tanpa bantuan anggaran dari pemerintah,” tutur dia dalam konferensi pers secara daring pada Ahad, 11 April 2021.  

Tria menjelaskan, segala kebutuhan dalam bentuk anggaran pembangunan fasilitas baru, pengelolaan, perbaikan, perawatan, dan pelestarian TMII langsung menjadi negara dan bukan milik YHK.

Hal itu dikarenakan pengelolaan selalu dilakukan secara mandiri, termasuk pembiayaan kepada Badan Pengelola TMII. “YHK selalu memberikan bantuan kepada TMII, termasuk membiayai secara mandiri peningkatan dan pengembangan TMII sesuai amanah dari Keppres Nomor 51 Tahun 1977,” ucap Tria.  

Sejak awal, kata Tria, mendiang Presiden Soeharto, dan istrinya, Tien Soeharto, sebagai penggagas TMII tidak berniat untuk melakukan swakelola TMII.

Hal itu dapat dilihat pada rentang waktu sejak pembangunan tahun 1972 hingga peresmian pada tahun 1975 TMII langsung dipersembahkan dan diserahkan oleh YHK kepada negara. Pihaknya hanya menerima penugasan dari negara untuk mengelola TMII. 

Baca juga : TMII Bantah Tak Pernah Setor Penghasilan ke Negara

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Tanribali Lamo membantah pihaknya tak pernah menyetorkan penghasilannya ke negara. Menurut dia, berdasarkan audit BPK yang dilakukan terhadap TMII pada tahun 2018-2020 tak ditemukan ada kasus yang mengakibatkan kerugian negara.

Tanribali Lamo mengatakan bahwa pengelola TMII tak mungkin melakukan hal-hal yang melanggar aturan lantaran diawasi oleh BPK.

“Apabila Taman Mini ada yang tidak melaksanakan setoran ini, bagi hasil, dan sebagainya, kalau memang ada, kami ditegur oleh BPK. Tetapi BPK menyatakan kami tidak ada kerugian negara untuk hal ini,” kata dia. "Kalau kita simak pernyataan ini maka sebenarnya tidak ada lagi yang tidak pernah disetorkan kepada TMII sepanjang itu menjadi kewajiban TMII."

Ia menunjukkan data pemeriksaan BPK pada periode itu lantaran diangkat sebagai Direktur Utama TMII pada 1 Februari 2018. Tanribali juga memastikan bahwa pengelola TMII rutin membayar pajak setiap tahunnya. Bahkan ia mengatakan bahwa TMII merupakan salah satu pembayar pajak terbesar di wilayah Jakarta Timur. “Pajak terbesar TMII adalah pajak tontonan. Selain pajak lain seperti PPH 21, PPH 25, dan sebagainya,” ucap dia.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII pada 31 Maret lalu. Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut, lewat aturan ini, pemerintah mengambil alih pengelolaan TMII dari Yayasan Harapan Kita. "Yayasan ini (Harapan Kita) sudah hampir 44 tahun mengelola milik negara ini, dan kami berkewajiban melakukan penataan, memberi manfaat luas ke masyarakat dan memberi kontribusi terhadap keuangan negara," kata Pratikno, Rabu, 7 April 2021.

Pratikno mengatakan, Yayasan Harapan Kita mesti menyerahkan kembali hak pengelolaan Taman Mini kepada negara. Pihaknya pun memberi waktu masa transisi selama kurang lebih tiga bulan kepada yayasan itu untuk menyerahkan berbagai laporan terkait pengelolaan Taman Mini selama ini. |

"Intinya, penguasaan dan pengelolaan Taman Mini dilakukan oleh Kemensesneg dan berarti berhenti pula pengelolaan yang selama ini dilakukan oleh Yayasan Harapan Kita," kata dia.

ADAM PRIREZA | DEWI NURITA






Antisipasi Banjir, Pembangunan Saluran Air 775 Meter di Ciracas Capai 20 Persen

2 hari lalu

Antisipasi Banjir, Pembangunan Saluran Air 775 Meter di Ciracas Capai 20 Persen

Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur menargetkan saluran air di RW. 14, Ciracas, Cibubur, Jakarta Timur rampung Desember ini


Daftar Tempat Layanan SIM Keliling di DKI Jakarta Hari Ini

2 hari lalu

Daftar Tempat Layanan SIM Keliling di DKI Jakarta Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka dua layanan SIM Keliling di dua titik DKI Jakarta, untuk memfasilitasi warga memperpanjang bukti legal berkendaraan itu.


Cuaca Hari Ini: BMKG Prediksi Jaksel dan Jaktim Hujan Sore-Malam

3 hari lalu

Cuaca Hari Ini: BMKG Prediksi Jaksel dan Jaktim Hujan Sore-Malam

Simak ramalan cuaca hari ini dari BMKG untuk wilayah DKI Jakarta


Kampung Gembira Gembrong Diresmikan Pekan Depan

6 hari lalu

Kampung Gembira Gembrong Diresmikan Pekan Depan

Revitalisasi Kampung Gembira Gembrong hanya menyisakan penyambungan kabel dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan pengaspalan


Masuk Musim Hujan, BPBD DKI Jakarta Antisipasi Banjir dan Kebakaran

6 hari lalu

Masuk Musim Hujan, BPBD DKI Jakarta Antisipasi Banjir dan Kebakaran

BMKG memprediksi sebagian wilayah di Jaksel dan Jaktim akan memasuki awal musim hujan pada dasarian kedua Oktober 2022


DKI Lanjutkan Pembangunan Sumur Resapan, Salah Satunya di Rawa Terate Cakung

6 hari lalu

DKI Lanjutkan Pembangunan Sumur Resapan, Salah Satunya di Rawa Terate Cakung

Pembangunan sumur resapan dilakukan di Kelurahan Rawa Terate Cakung Jakarta Timur. Antisipasi banjir dan genangan saat musim hujan.


12 Rumah di Jakarta Timur Harus Tergusur untuk Proyek Kereta Cepat

6 hari lalu

12 Rumah di Jakarta Timur Harus Tergusur untuk Proyek Kereta Cepat

Pihak Kecamatan Makassar Jakarta Timur melakukan sosialisasi ke warga sebelum dilakukan pembebasan lahan untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.


Dilaporkan Warga di Aplikasi Jaki, Lapak Barang Bekas di Pulogadung Ditutup Petugas PPSU

7 hari lalu

Dilaporkan Warga di Aplikasi Jaki, Lapak Barang Bekas di Pulogadung Ditutup Petugas PPSU

Dalam laporan di aplikasi Jaki, warga mengatakan lapak itu mengganggu kebersihan lingkungan di RW 09 Jalan Metro Raya.


Polda Metro Tangkap 4 Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Remaja Putri 13 Tahun

9 hari lalu

Polda Metro Tangkap 4 Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Remaja Putri 13 Tahun

Penyidik Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku kekerasan seksual terhadap remaja putri berusia 13 tahun di Hutan Kota Jakarta Utara.


Perolehan Bulan Dana PMI Jakarta Timur Capai Rp 9,7 Miliar, Hampir Mencapai Target Rp 10 Miliar

12 hari lalu

Perolehan Bulan Dana PMI Jakarta Timur Capai Rp 9,7 Miliar, Hampir Mencapai Target Rp 10 Miliar

Perolehan Bulan Dana PMI di Jakarta Timur mencapai Rp 9,7 miliar dan hampir mendekati target Rp 10 miliar.