Menjelang Ramadan, TPU Tegal Alur Dipadati Peziarah yang Ikut Tradisi Munggahan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban virus Corona (Covid-19) berziarah di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Kalideres, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2020. TPU yang terletak di wilayah Jakarta Barat ini menyiapkan lahan dengan luas pakai 5.000 m2 (masih persiapan) untuk menampung 800 petak.TEMPO/Subekti.

    Keluarga korban virus Corona (Covid-19) berziarah di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Kalideres, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2020. TPU yang terletak di wilayah Jakarta Barat ini menyiapkan lahan dengan luas pakai 5.000 m2 (masih persiapan) untuk menampung 800 petak.TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang Ramadan, sejumlah peziarah melakukan tradisi munggahan di Taman Pemakaman Umum atau TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat pada Minggu sore. Kemacetan di sekitar TPU Tegal Alur terjadi karena kendaraan peziarah.

    Tak hanya membuat kemacetan di Jalan Benda Raya, Kalideres, kendaraan para peziarah juga memadati jalan masuk dan jalan utama pemakaman

    Tradisi munggahan ini dilakukan di akhir pekan sebelum bulan puasa. Sebagian umat Islam berziarah ke makam keluarga untuk berdoa menjelang Ramadan. Para peziarah terlihat di blok pemakaman Covid-19 maupun non-Covid-19. 

    Petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Sanur mengatakan banyak kendaraan para peziarah yang harus parkir di pinggir jalan sehingga menyebabkan kemacetan di Jalan Benda Raya. Kendaraan tak bisa lagi parkir di dalam area TPU Tegal Alur karena keterbatasan lahan setelah pembukaan makam baru jenazah Covid-19 pada tahun lalu.

    “Lahan kami sudah penuh, jadi lahan untuk parkir sudah nggak ada lagi. Yang ziarah jadinya macet dan parkir pinggir jalan,” kata Sanur.

    Petugas parkir mengarahkan kendaraan peziarah untuk parkir di unit makam Kristen agar kendaraan tidak menumpuk di makam Islam.

    PJLP TPU Tegal Alur bernama Mustaki tidak menyangka peziarah yang melakukan tradisi munggahan tahun ini bakal membeludak. “Tahun ini yang datang ramai sekali. Kalau dahulu tidak sebanyak ini. Cenderung sepi, karena masih pada takut Covid-19,” kata Mustaki.

    Di TPU Tegal Alur kini tidak ada lagi pembukaan lahan untuk pemakaman jenazah Covid-19. “Sekarang makam tumpang saja yang kami layani, baik jenazah umum atau jenazah Covid-19 yang keluarganya sudah dikubur 3-6 tahun lalu,” ujarnya. 

    Baca juga: Sudah Penuh, Tujuh Jenazah Covid-19 Gunakan Sistem Tumpang di TPU Tegal Alur
     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.