Ramadan 2021, DKI Prediksi Harga Pangan Strategis Ini Naik 1-5 Persen

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penjual alat kue di Lantai Semi Basement Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat, Rabu 24 Juli 2019. Tempo/Silvy Riana Putri

    Ilustrasi penjual alat kue di Lantai Semi Basement Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat, Rabu 24 Juli 2019. Tempo/Silvy Riana Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Pemprov DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan sejumlah bahan pangan strategis diprediksikan mengalami kenaikan harga selama Ramadan 2021 dan Idul Fitri.

    Kenaikan harga ini terjadi mengingat permintaan masyarakat juga meningkat.

    "Harga beberapa bahan pangan strategis diprediksi akan mengalami kenaikan dalam batas wajar dengan kisaran 1-5 persen," kata dia saat dihubungi, Senin, 12 April 2021.

    Suharini menyebut, tren kenaikan berlaku di sepekan pertama bulan puasa. Setelahnya harga kembali stabil hingga menjelang Lebaran akan melonjak lagi. Tren tersebut seperti yang terjadi tiga tahun belakangan ini.

    Pangan lain yang diperkirakan naik adalah harga eceran bawang merah dan bawang putih. Kenaikan ini dipicu oleh permintaan meningkat dan berkurangnya pasokan karena baru memasuki masa tanam.

    Selanjutnya harga daging ayam melonjak mengingat naiknya permintaan dan harga jagung yang merupakan bahan dasar pakan. Minyak goreng juga diprediksi naik, karena harga CPO tinggi.

    "Sementara, harga pangan strategis lainnya cenderung aman (masuk Ramadan 2021)," ucap dia.

    LANI DIANA

    Baca juga : Belanja Bahan Pangan Bulog Bisa Lewat Gojek, Caranya?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.