Begini Kerumunan McDonald's Sarinah Diungkit di Sidang Rizieq Shihab

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga berkumpul saat prosesi penutupan restoran cepat saji McDonald's di Sarinah, Jakarta, 10 Mei 2020. Petugas Satpol PP dibantu Polisi dan TNI, melakukan pembubaran terhadap massa yang berkumpul karena melanggar ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Twitter/@satpolpp_dki

    Sejumlah warga berkumpul saat prosesi penutupan restoran cepat saji McDonald's di Sarinah, Jakarta, 10 Mei 2020. Petugas Satpol PP dibantu Polisi dan TNI, melakukan pembubaran terhadap massa yang berkumpul karena melanggar ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Twitter/@satpolpp_dki

    Jakarta - Kerumunan yang terjadi di penutupan restoran cepat saji McDonald's Sarinah diungkit dalam sidang kasus pelanggaran protokol kesehatan dengan terdakwa Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

    Saat itu pihak kuasa hukum Rizieq Shihab tengah menanyai eks Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Heru Novianto.  

    Dalam pertanyaan, tim kuasa hukum Rizieq berusaha menggali informasi soal tindakan polisi terhadap kerumunan tersebut. 

    "Malam itu langsung saya bubarkan," ujar Heru di PN Jakarta Timur, Senin, 12 April 2021. 

    Tak puas dengan jawaban Heru, kuasa hukum Rizieq Shihab kembali menanyakan upaya hukum lain yang dilakukan Heru saat itu terhadap kerumunan tersebut. Namun Heru mengatakan pihaknya tak memberikan sanksi apapun terhadap kerumunan itu.  

    "Tidak ada sanksi. Durasinya berkerumunnya juga tidak lama, sekitar 30 menit. Masyarakat langsung membubarkan saat kami beri imbauan, tanpa ada upaya kekerasan," ujar Heru.  

    Pertanyaan tim kuasa hukum kemudian mendapat protes dari kubu Jaksa Penuntut Umum. Mereka menganggap kasus kerumunan Mc'Donalds Sarinah tidak masuk dalam materi persidangan. Majelis Hakim yang dipimpin oleh Suparman Nyompa menyetujui hal itu dan meminta kuasa hukum berhenti menanyakan hal tersebut lebih dalam.  

    "Kami ingin menggambarkan equality before the law," ujar kuasa hukum Rizieq. 

    Humas PN Jakarta Timur Alex Adam Faisal mengatakan sidang Rizieq Shihab yang digelar hari ini untuk perkara nomor 221 tentang kerumunan di Petamburan dan 226 tentang kerumunan di Megamendung. Terdapat 7 dari 10 saksi di sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi dari pihak JPU itu. 

    Para saksi kasus kerumunan itu antara lain Senior Manager Of Aviation Security Bandara Soeta Oka Setiawan, Direktur Pengelolaan Logistik & Peralatan BNPB pada 2019 dan Koorbidyankes Covid 19 Satgas Penanganan COVID Rustian SSI, Kasat Intelkam Polres Jakpus Ferikson Tampubolon, dan eks Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Heru Novianto. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo yang disebut sebagai saksi tambahan belum terlihat.

    M JULNIS FIRMANSYAH 

    Baca juga : Sidang Rizieq Shihab Tanpa Tayangan Daring Diprotes 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H