Dishub Perketat Pengawasan di IRTI Monas Usai Pemulung Preteli Mobil

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pencurian Mobil. web2carz.com

    Ilustrasi Pencurian Mobil. web2carz.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat akan memperketat pengawasan di lapangan parkir IRTI Monas setelah pemulung berusaha mempreteli mobil yang diderek ke sana. Pemulung yang diduga hendak mencuri sparepart mobil itu melarikan diri saat akan diciduk petugas. 

    "Iya sudah pasti diketatkan pengawasan. Ketika melihat pelaku sekitar Monas akan dibawa Sudin dan pihak Kepolisian," ujar Raden Dimas, anggota Sudin Dishub Jakarta Pusat yang menjadi saksi pencurian saat dihubungi, Selasa, 13 April 2021. 

    Raden menjelaskan percobaan pencurian itu terjadi pada Senin kemarin sekitar pukul 10.00 pagi. Pada saat itu anggota Sudin Dishub sedang berpatroli di wilayah parkir IRTI Monas karena kerap terjadi aksi pencurian di sana. 

    Saat sedang melintas, petugas melihat ada seseorang yang tengah berbaring di bagian bawah mobil. Petugas kemudian menghampirinya dan memvideokan upaya pencurian tersebut.

    "Pelaku ada dua orang, yang tertangkap kamera satu, sisanya enggak ketangkap kamera," ujar Raden. 

    Kepala UPK Monas Isa Sanuri mengatakan kendaraan yang tengah dipreteli itu bukan milik pengunjung Monas, melainkan kendaraan yang diderek oleh petugas Dishub karena melakukan pelanggaran di jalan. "Itu disimpan sementara di IRTI karena parkiran IRTI dikelola oleh UPT Perparkiran Dishub," ujar Isa. 

    Isa mengatakan pihaknya sampai saat ini masih mencari pelaku yang mengaku pemulung tersebut. Sebab saat kepergok hendak mencuri, pelaku melarikan diri dengan melompati pagar Monas.

    Baca juga: Wagub DKI Sebut Ajang Formula E Masih Bisa di Monas


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.