Kasus Covid-19 Kota Bogor Turun, Bima Arya Khawatir Muncul Gelombang Kedua

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Bima Arya Sugiarto

    Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Bima Arya Sugiarto

    TEMPO.CO, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya khawatir akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 gelombang kedua pada Ramadan dan libur Lebaran, meski saat ini penularan mulai menurun. Alasannya, distribusi vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat mengalami kendala.

    Untuk mengantisipasi munculnya gelombang kedua Covid-19, Bima Arya mengajak Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor menjaga dan mengawasi penerapan protokol kesehatan.

    "Antisipasi kemungkinan munculnya penularan Covid-19 harus terus dilakukan. Kita tidak boleh lengah," kata Wali Kota Bogor itu, Selasa 13 April 2021.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan kasus Covid-19 mengalami penurunan, terutama pasien dengan gejala sedang hingga berat. Retno menduga hal itu terjadi karena Dinas Kesehatan terus melakukan vaksinasi Covid-19 sejak Januari 2021.

    "Vaksinasi Covid-19 di Kota Bogor sudah menjangkau banyak warga, sehingga jika terjadi penularan gejalanya tidak berat dan tidak perlu dirawat di rumah sakit," ujarnya.

    Data Dinas Kesehatan Kota Bogor menunjukkan pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh dalam dua hari terakhir mencapai 414 orang. Total pasien sembuh menjadi 13.785 pasien atau 95 persen dari keseluruhan kasus Covid-19 di Bogor yang tercatat 14.510 kasus.

    Data Covid-19 itu menunjukkan 140 pasien sembuh pada dari Selasa dan 272 pasien sembuh pada Senin 12 April lalu.

    Dengan peningkatan pasien sembuh, tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di 21 rumah sakit rujukan Kota Bogor juga turun drastis. 

    Baca juga: Bima Arya Sebut 3 Waktu Krusial dan Potensial Terjadi Kerumunan Selama Ramadan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.