Kota Bekasi Resmi Larang ASN Mudik Lebaran, Kecuali Kategori Khusus

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang menunggu jadwal keberangkatan bus di Terminal Kalideres, Jakarta, 10 April 2021. Pemerintah telah melarang mudik Lebaran 2021 pada 6 sampai 17 Mei 2021 mendatang dengan mempertimbangkan risiko penularan COVID-19 yang masih tinggi. TEMPO/Fajar Januarta

    Sejumlah calon penumpang menunggu jadwal keberangkatan bus di Terminal Kalideres, Jakarta, 10 April 2021. Pemerintah telah melarang mudik Lebaran 2021 pada 6 sampai 17 Mei 2021 mendatang dengan mempertimbangkan risiko penularan COVID-19 yang masih tinggi. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi resmi melarang mudik lebaran bagi aparatur sipil negara (ASN). Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan larangan mudik ASN Kota Bekasi ini sesuai surat edaran Menpan dan RB Nomor 8/2021 tentang pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah bagi pegawai ASN dalam masa pandemi.

    "Surat edaran ini ditujukan kepada kepala perangkat daerah serta seluruh aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi," kata Rahmat Effendi di Bekasi, Rabu 14 April 2021.

    Kebijakan larangan mudik itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 800/3006/BKPPD.PKA mengenai pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah baik mudik maupun cuti bagi aparatur Pemerintah Kota Bekasi dalam masa pandemi Covid-19.

    Pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah bagi ASN ini berlaku selama periode musim mudik lebaran, 6-17 Mei 2021.

    Untuk menjamin larangan mudik ini dipatuhi, Rahmat Effendi meminta kepala perangkat daerah memberikan hukuman disiplin kepada ASN yang melanggar. Sanksi pelanggaran kebijakan larangan mudik ini mengacu pada PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.