Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka di 85 Sekolah Jakarta, P2G: Belum Ada Laporan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah murid belajar saat mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka hari pertama di SDN Kenari 08 pagi, Jakarta, Rabu, 7 April 2021. Pemerintah Provinsi DKI melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di 100 sekolah mulai 7 April hingga 29 April 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Skema yang akan diterapkan adalah pembelajaran  tatap muka secara bergantian di dalam ruangan maksimum 50 persen dari kapasitas ruangan. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Sejumlah murid belajar saat mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka hari pertama di SDN Kenari 08 pagi, Jakarta, Rabu, 7 April 2021. Pemerintah Provinsi DKI melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di 100 sekolah mulai 7 April hingga 29 April 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Skema yang akan diterapkan adalah pembelajaran tatap muka secara bergantian di dalam ruangan maksimum 50 persen dari kapasitas ruangan. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menilai penerapan pembelajaran tatap muka di DKI Jakarta hingga hari ini berjalan lancar. Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengatakan belum menerima laporan dari guru maupun orang tua siswa soal uji coba pembukaan sekolah di Ibu Kota.

    "Secara umum kami belum temukan adanya laporan," kata Satriwan saat dihubungi, Rabu, 14 April 2021. Uji coba pembelajaran tatap muka di 85 sekolah telah dilaksanakan sejak Rabu pekan lalu, 7 April 2021.

    Satriawan menuturkan regulasi uji coba sekolah tatap muka di DKI sangat baik karena persetujuannya diserahkan secara mutlak kepada orang tua. Jadi 50 persen siswa yang masuk adalah yang sudah mendapatkan izin dari orang tua. "Jadi siswa memang sudah mendapatkan izin dari orang tua."

    Menurut dia, protokol kesehatan saat belajar tatap muka pun dilaksanakan dengan ketat. Pemerintah DKI telah melaksanakan pembukaan sekolah dengan penuh kehati-hatian, tidak seperti yang terjadi di Kabupaten Bogor.

    Menurut P2G, Kabupaten Bogor nekat membuka 170 dari 230 sekolah dari tingkat PAUD hingga SMA sederajat, meski para guru belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.

    "DKI sekolah ribuan saja yang dibuka hanya 85. Ini Bogor sudah dibuka 70 persenan tapi guru belum divaksin."

    P2G pun menemukan ada dua siswa tingkat SMA yang ditemukan positif Covid-19 di Kabupaten Bogor. Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Bogor harus mengutamakan keselamatan saat menerapkan pembelajaran tatap muka. "Meski sekolah itu ditutup kembali, temuan kasus ini harus menjadi perhatian. Apalagi guru belum divaksin," ujarnya.

    Baca juga: Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka, Dinas Pendidikan Siapkan Program Asesmen


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H