Banjir di Cipinang Melayu Sempat Rendam 2 RW

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sisa banjir di RW 04 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Kamis, 15 April 2021. Kawasan tersebut banjir pada Rabu petang, 14 April 2021. TEMPO/M YUSUF MANURUNG

    Sisa banjir di RW 04 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Kamis, 15 April 2021. Kawasan tersebut banjir pada Rabu petang, 14 April 2021. TEMPO/M YUSUF MANURUNG

    Jakarta - Kelurahan Cipinang Melayu kembali direndam banjir pada Rabu petang hingga malam, 14 April 2021.

    Banjir menggenang di dua RW di kelurahan tersebut, yakni 03 dan 04.

    "Kalau di RW 04 ada 5 RT yang terdampak," ujar Ketua RW04 Cipinang Melayu, Irwan Kurniadi saat dihubungi, Kamis, 15 April 2021.

    Menurut Irwan, banjir di kawasannya disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang turun pada sore hari menjelang berbuka puasa. Dia berujar, banjir kali ini bukan kiriman air dari daerah lain.

    "Hujannya berhenti pas mau menjelang puasa, terus airnya naik. Tapi tengah malam sudah surut," kata Irwan.

    Warga RW 04 yang ditemui Tempo di lokasi, Ade, menunjukkan video bahwa banjir di kawasan itu sempat menyentuh ketinggian pinggang orang dewasa. Menurut dia, ketinggian air itu adalah angka maksimal tadi malam.

    "Itu sekitar pukul 22.00," kata pria 35 tahun tersebut.

    Kepala Suku Dinas Damkar Jakarta Timur, Gatot Sulaiman mengatakan sebanyak 9 unit mobil pemadam dengan 45 personel diterjunkan ke Cipinang Melayu untuk menyedot air. Awal penyedotan dilakukan pada pukul 19.00.

    "Pukul 01.58 sudah tidak ada genangan di Cipinang Melayu. Unit persiapan balik kanan pangkalan," ujar Gatot ihwal banjir tersebut. 

    M YUSUF MANURUNG | M JULNIS FIRMANSYAH

    Baca juga : Banjir Rendam Lagi Pemukiman di Cipinang Melayu, Akibat Luapan Kali Sunter


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.