Peluru Nyasar di Gedung di TB Simatupang Diduga Ditembakan Pada Rabu Malam

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peluru tajam. pixabay

    Ilustrasi peluru tajam. pixabay

    Jakarta - Kepala Polsek Cilandak Komisaris Iskandariah menjelaskan lempengan besi yang diduga peluru nyasar di salah satu ruangan lantai delapan Gedung Sovereign Plaza di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan, diperkirakan ditembakkan pada Rabu malam, 14 April 2021. "Diperkirakan antara Rabu jam 9 malam sampai Kamis jam 7 pagi," ujar Iskandar kepada Tempo, Jumat, 16 April 2021.

    Pada Rabu pagi hingga sore saat penghuni gedung masih beraktivitas di kantor, para karyawan gedung belum melihat benda itu.

    Mengenai dugaan peluru berasal dari Korps Marinir Cilandak yang berada tak jauh dari gedung, Iskandar belum bisa memastikannya. Ia mengatakan sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil analisa Laboratorium Forensik Mabes Polri.

    "Jadi saya juga belum bisa memberikan keterangan kaca itu pecah karena apa," ujar Iskandar.

    Temuan peluru nyasar dilaporkan kepala keamanan gedung setelah petugas kebersihan menemukan kaca pecah sekitar pukul 06.50 WIB.

    Dalam laporan itu disebutkan salah satu kaca di ruangan HRGA lantai delapan ditemukan kaca berlubang dan pecah. Petugas menemukan lempengan timah di atas karpet. Petugas lantas melapor ke Polsek Cilandak dan diteruskan kepada Mabes Polri.

    Sekitar pukul 12.30 WIB, Puslabfor Mabes Polri kemudian menggelar olah tempat kejadian perkara untuk memastikan benda diduga peluru dan asal peluru nyasar. Peluru nyasar diprediksi bukan dari lapangan tembak terdekat yang berada di belakang gedung. Sebab, arah peluru yang mengenai ruang HRGA berada di arah depan.

    Baca: Peluru Nyasar Tembus Plafon Rumah Kontrakan di Kebon Jeruk


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.