Pengamat ke Anies Baswedan: Tak Usah Revisi, Tapi Penuhi Janji-janji di RPJMD

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Anies Baswedan saat menghadiri peletakan batu pertama revitalisasi Kampung Kwitang, Jakarta Pusat, pada Rabu, 31 Maret 2021. Kampung tersebut sebelumnya dilanda kebakaran. Dok: Humas Pemprov

    Gubernur Anies Baswedan saat menghadiri peletakan batu pertama revitalisasi Kampung Kwitang, Jakarta Pusat, pada Rabu, 31 Maret 2021. Kampung tersebut sebelumnya dilanda kebakaran. Dok: Humas Pemprov

    Jakarta - Pengamat tata kota dari Universitas Trisaksi Nirwono Yoga mengatakan semestinya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak perlu merevisi rencana pembangunan jangka menengah daerah atau RPJMD DKI tahun 2017-2022.

    "Sebenarnya dengan waktu tinggal sekitar 1,5 tahun tidak perlu revisi. Lebih tepat evaluasi program yang tidak tercapai. Apa kendalanya," kata Nirwono melalui pesan singkat, Jumat, 16 April 2021.

    Nirwono juga menyarankan agar Anies mengkaji kebijakan yang menjadi janjinya yang paling realistis bisa diwujudkan. Selain itu, evaluasi janjinya terhadap program rumah DP nol rupiah yang masih jauh dari sasaran hingga banjir yang belum tertangani.

    "Gubernur dan DPRD DKI fokus saja kepada program yang sudah dijanjikan dalam RPJMD. Harus berani memutuskan prioritas programnya dan tidak perlu banyak-banyak."

    Selama 3,5 tahun menjadi orang nomor satu di Ibu Kota, menurut Nirwono, banyak program yang menjadi janji kampanye Anies belum bisa direalisasikan. Bahkan penyediaan rumah DP nol rupiah selain targetnya masih jauh ternyata juga tidak sesuai sasaran awal untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

    Kebijakan lain yang juga menjadi sorotannya adalah kebijakan Anies yang cenderung melanggar aturan seperti menyediakan lapak pedagang kaki lima di trotoar, penataan Kampung Akuarium, rencana rumah panggung dekat bantaran kali, dan lainnya.

    Sedangkan, kebijakan lainnya yang dilakukan Anies hanya terkesan mempercantik tampilan kota seperti revitalisasi jembatan penyeberangan orang dan pembangunan tugu sepeda. "Apresiasi bisa diberikan terhadap pembangunan trotoar dan jalur sepeda."

    Sebelumnya Anies Baswedan meminta kepada anak buahnya untuk menyelesaikan program yang tertuang dalam RPJMD DKI 2017-2022. Dia mengingatkan 2022 adalah tahun terakhir bagi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk menuntaskan RPJMD.

    "Harap dipastikan bahwa semua program, semua kegiatan yang ada di dalam RPJMD bisa tertunaikan di tahun ini," kata dia dalam pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) DKI yang diunggah di Yotube Bappeda DKI, Rabu, 14 April 2021.

    RPJMD DKI 2017-2022 memuat pelbagai program pemerintah DKI. Misalnya soal realisasi penyediaan rumah DP 0 rupiah, pengendalian banjir dengan naturalisasi sungai, dan penciptaan lapangan kerja. Program ini juga yang dijanjikan Anies sewaktu kampanye Pilkada DKI 2017.

    Anies Baswedan lantas mengajukan revisi RPJMD kepada DPRD DKI yang tertuang dalam Surat Gubernur tertanggal 29 Juni 2020. Dalam revisi RPJMD itu, ada beberapa program yang harus diperhatikan seperti penanganan banjir, Oke Oce, rumah DP nol rupiah dan beberapa lainnya yang sampai sekarang seret realisasinya.

    Baca juga : Anies Baswedan Hadiri Panen Raya di Cilacap Hari Ini

    IMAM HAMDI | ADAM PRIREZA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H