DKI Kelebihan Bayar Mobil Pemadam Kebakaran Rp 6,5 M, Wagub: Dikembalikan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran, menyemprotkan cairan disinfektan di lingkungan warga Buaran, Klender, Duren Sawit Jakarta Timur, 30 Oktober 2020. Penyemprotan disinfektan ini dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19 di Jakarta, dimana dari  7.903 kasus yang ada di Indonesia, 2.056 kasus terdapat di DKI Jakarta per 29 Desember 2020 kemaren. TEMPO/Fardi Bestari

    Petugas pemadam kebakaran, menyemprotkan cairan disinfektan di lingkungan warga Buaran, Klender, Duren Sawit Jakarta Timur, 30 Oktober 2020. Penyemprotan disinfektan ini dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19 di Jakarta, dimana dari 7.903 kasus yang ada di Indonesia, 2.056 kasus terdapat di DKI Jakarta per 29 Desember 2020 kemaren. TEMPO/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, JakartaWakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sudah mengkonfirmasi temuan kelebihan bayar 4 paket pengadaan mobil pemadam kebakaran kepada Kepala Dinas Gulkarmat DKI. Temuan kelebihan bayar proses lelang empat paket pengadaan mobil pemadam pada 2019 sebesar Rp 6,5 miliar itu diungkap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI. 

    Menurut Wagub DKI Riza Patria, terdapat kelebihan bayar sekitar Rp 6,5 miliar kepada pihak swasta dalam pengadaan alat pemadam kebakaran itu. “Sudah dikembalikan. Sisanya tinggal Rp 1,5-1,6 miliar akan diselesaikan oleh pihak swasta dalam pekan ini,” ucap Riza Patria di Balai Kota pada Jumat, 16 April 2021. 

    Riza mengatakan kelebihan bayar yang dimaksud bukan berarti pihak Pemprov DKI membayar di atas harga yang sudah ditetapkan. Namun kelebihan bayar itu adalah hasil temuan yang dianggap tidak rasional oleh BPK dan harus dikembalikan. 

    “Bukan berarti, misalnya Rp 30 miliar kami bayarkan Rp 36,5 miliar. Bukan. Umpamanya nilai kegiatan 4 item itu dinilai oleh BPK bahwa di situ ada item-item yang kurang pas sehingga dianggap tidak rasional. Jadi jangan salah pengertian kelebihan bayar,” ujar Riza. 

    BPK DKI Jakarta mendapati kelebihan pembayaran pada empat paket pengadaan mobil pemadam kebakaran Jakarta. Definisi kelebihan bayar adalah nilai kontrak paket pengadaan lebih besar ketimbang harga riil.

    Audit BPK pada 2019 menunjukkan, kelebihan bayar oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI mencapai Rp 6,52 miliar.

    Adapun pihak swasta selaku penyedia alat pemadam kebakaran telah mengembalikan dana senilai Rp 4,86 miliar. Sisa tuntutan ganti rugi yang belum dikembalikan mencapai Rp 1,65 miliar. Menurut dia, pengembalian bakal dilakukan dalam waktu dekat.

    Baca juga: Kelebihan Bayar Mobil Pemadam Kebakaran , Riza Patria: Saya Belum di Sini


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.