BMKG: Waspadai Hujan Lebat Selama Pancaroba

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mendung di Jakarta. Dok.TEMPO

    Ilustrasi mendung di Jakarta. Dok.TEMPO

    Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau warga DKI Jakarta dan sekitarnya tetap mewaspadai cuaca selama musim pancaroba sepanjang April 2021. Kepala Bidang Diseminasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Djatmiko, menuturkan selama musim pancaroba ini hujan deras dengan kilat disertai angin kencang berpotensi terjadi dalam waktu singkat.

    "Hujan lebat hingga sangat lebat perlu diwaspadai," kata Hary saat dihubungi, Ahad, 18 April 2021. Bahkan bisa disertai petir dan angin kencang hingga berupa puting beliung.

    Hujan ringan disertai angin kencang membuat atap baja ringan rumah warga di Jalan Basuki RT 007/06 Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, rubuh beberapa hari lalu. Sebagian runtuhan atap rumah itu tersangkut dan nyaris jatuh, hingga membahayakan warga sekitar.

    Hary mengingatkan warga untuk lebih waspada untuk menghadapi pergantian musim ini. Hari menyarankan pemerintah maupun warga untuk mengurangi batang atau dahan yang sudah besar dan tinggi untuk mengurangi beban pohon, memeriksa kualitas pohon.

    "Kalau sudah lapuk segera dipotong daripada membahayakan saat cuaca seperti ini."

    Selain itu, ia menyarankan warga untuk mengecek kembali bagian atap rumah terutama bagi bangunan yang semi permanen. Pengecekan konstruksi bangunan lain seperti papan baliho hingga reklamasi juga mesti dilakukan.

    "Langkah antisipasi perlu dilakukan untuk menghindari dampak pancaroba seperti hujan lebat, puting beliung bahkan hujan es," ujarnya.

    Hary melanjutkan hujan bakal mereda seiring memasuki musim kemarau pada Mei-Juni mendatang. Adapun puncak musim kemarau terjadi pada Agustus.

    Baca:  Hujan Disertai Angin Kencang Landa DKI Tiga Hari Terakhir, Ini Penjelasan BMKG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.