Survei JRC: Tingkat Ketidakpuasan Publik terhadap Anies Baswedan 53,0 Persen

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendorong sepedanya menaiki tangga saat melakukan uji coba fasilitas sepeda nonlipat di MRT Jakarta pada Rabu, 24 Maret 2021. Demi menunjang kenyamanan penumpang dalam menggunakan fasilitas sepeda nonlipat, MRT Jakarta juga menyediakan jalur sepeda yang terletak pada tangga stasiun dan sticker tanda pada stasiun dan kereta. Facebook/Anies Baswedan

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendorong sepedanya menaiki tangga saat melakukan uji coba fasilitas sepeda nonlipat di MRT Jakarta pada Rabu, 24 Maret 2021. Demi menunjang kenyamanan penumpang dalam menggunakan fasilitas sepeda nonlipat, MRT Jakarta juga menyediakan jalur sepeda yang terletak pada tangga stasiun dan sticker tanda pada stasiun dan kereta. Facebook/Anies Baswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Tingkat ketidakpuasan publik terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencapai 53,0 persen. Temuan itu didapat dari hasil survei yang digelar Jakarta Research Center atau JRC. Dari hasil survei hanya 38,9 persen publik yang puas dengan kinerja Anies. Sedangkan yang tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 8,1 persen.

    "Ini menjadi peringatan bagi Anies jika berencana maju kembali dalam Pilkada DKI Jakarta, ataupun menuju panggung politik nasional," kata Direktur Komunikasi JRC Alfian P dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat, 16 April 2021.

    Menurut Alfian, publik menilai kinerja Anies biasa saja dan tidak ada terobosan dan inovasi yang signifikan.

    Survei Jakarta Research Center (JRC) ini dilakukan pada 1-10 April 2021, secara tatap muka kepada 800 responden mewakili seluruh wilayah di DKI Jakarta.

    Metode survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error ±3,4 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

    Alfian mengatakan, tingginya ketidakpuasan publik terhadap Anies bakal menjadi batu sandungan jika mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu ingin melangkah ke tingkat nasional.

    Seperti diketahui, dalam beberapa survei tentang pemilihan presiden, nama Anies termasuk yang diunggulkan.

    Alfian mengatakan, strategi Anies meniru Jokowi yang sebelumnya menjadi Gubernur DKI Jakarta lalu menang di Pilpres 2014 dan 2019 tidak bisa diterapkan begitu saja.

    Anies bakal mengakhiri jabatannya pada 2022. Ketidakjelasan jadwal Pilkada apakah akan tetap diselenggarakan 2022 atau ditunda hingga 2024, semakin mempersulit Anies jika ingin memanfaatkan panggung politik di Jakarta.

    "Kalaupun Anies Baswedan berniat maju kembali dalam Pilkada DKI Jakarta ataupun maju Pilpres 2024, harus ada gebrakan luar biasa dalam sisa pemerintahannya yang tinggal satu setengah tahun ini," ujar Alfian.

    Baca juga: Pengamat Nilai Anies Baswedan Tak Kehilangan Panggung Meski Pilkada 2024


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H