6 Saksi Diperiksa Kasus Pengeroyokan yang Tewaskan Anggota Brimob

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direskrimum Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat memberikan keterangan pers pengusutan kasus mafia tanah di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 8 Maret 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Direskrimum Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat memberikan keterangan pers pengusutan kasus mafia tanah di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 8 Maret 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang anggota Brimob kini sedang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

    "Sekarang masih kami periksa saksi-saksinya, masih didalami. Sudah sekitar lima atau enam saksi," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, seperti dikutip Antara, Senin, 19 April 2021.

    Tubagus Edi masih enggan merinci kasus pengeroyokan maut tersebut. "Ini kan masih penyidikan," ujar dia.

    Pengeroyokan ini terjadi di Jalan Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Ahad, 18 April 2021. Seorang anggota Brimob ditemukan tewas dan seorang anggota Kopassus mengalami luka.

    Camat Kebayoran Baru Tomy Fudihartono membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun ia mengaku belum mengetahui identitas korban yang tewas dan seorang korban lainnya. "Informasinya seperti itu, tapi belum tahu siapa," ujar dia.

    Sebelumnya beredar di media sosial rekaman kamera CCTV yang berisi dugaan pengeroyokan di trotoar Jalan Falatehan, Melawai, Kebayoran Baru, pada Ahad pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

    Baca juga: Diduga Korban Pengeroyokan: 1 Anggota Brimob Ditemukan Tewas di Kebayoran Baru


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.