Dosen Dan Mahasiswa UI Tak Lagi Mau Belajar Tatap Muka

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (UI) akan menyelenggarakan webinar dengan tema

    Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (UI) akan menyelenggarakan webinar dengan tema "Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan dan Strategi Kebijakan"

    TEMPO.CO, Depok - Mayoritas dosen dan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) tidak lagi menginginkan belajar tatap muka secara penuh setelah setahun belajar online. Hal itu terungkap dalam hasil survei kesiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di lingkungan UI.

    Sesuai arahan dan kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Kebudayaan (Kemendikbud), UI melaksanakan survei tentang kesiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka di lingkungan UI.

    "Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas Mahasiswa dan Dosen UI memilih KBM Bauran (blended-learning), untuk diterapkan pada Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022, dibandingkan metode pembelajaran yang tatap muka penuh maupun pembelajaran daring penuh," kata Kepala Biro Humas dan KIP UI Amelita Lusia melalui keterangan resmi, Senin 19 April 2021.

    Dari total responden mahasiswa UI sebanyak 18.923 orang, yang memilih opsi KBM Bauran sebanyak 9.083 (48 persen), KBM daring penuh sebanyak 5.298 (28 persen) dan yang memilih pembelajaran tatap muka penuh hanya 4.542 (24 persen).

    "Survei terhadap para dosen UI, dari 1.610 responden yang mengisi, 982 responden (61 persen) memilih blended learning, kemudian pembelajaran daring penuh sebanyak 483 responden (30 persen), sedangkan pembelajaran tatap muka penuh hanya dipilih oleh sisanya (9 persen)," kata Amelita.

    Hasil survei itu akan menjadi masukan awal bagi UI dalam mempersiapkan perkuliahan di semester gasal 2021/2022 pada bulan Juli 2021 mendatang. "Hasil survei ini paling tidak sudah menggambarkan adanya keinginan dari mahasiwa dan dosen tentang bentuk perkuliahan nanti, namun masih dengan syarat penegakan prokes secara ketat oleh semua pihak yang bertemu offline, mulai dari dosen, mahsiswa, tenaga pendidik," kata Amel.

    Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI Abdul Haris akan mempersiapkan kebijakan sebaik mungkin seandainya nanti UI menerapkan pembelajaran bauran pada semester mendatang, kecuali untuk kegiatan yang sangat memerlukan interaksi langsung.

    “Perlu ada rencana yang matang terkait penyusunan jadwal perkuliahan, pengaturan kapasitas ruang kelas, laboratorium, dan asrama, serta mekanisme pengawasan aktivitas dosen dan mahasiswa,” ujar Haris.

    Persiapan itu termasuk vaksinasi terhadap dosen dan tendik yang saat ini sedang berlangsung, serta vaksinasi untuk mahasiswa yang direncanakan berikutnya.

    Dari survei tersebut juga diketahui bahwa 80 persen dosen dan 17 persen mahasiswa UI telah divaksinasi. “Prinsipnya, kami ingin menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh sivitas akademika selama berkegiatan di kampus,” ujar Haris.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA

    Baca juga: Wagub DKI Soal Baru 30 Persen Orangtua Izinkan Anak Belajar Tatap Muka: Khawatir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.