Covid-19 di DKI Diprediksi Terus Naik Selama Ramadan, Puncaknya Usai Lebaran

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS

    Jakarta - Epidemiolog dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono mengingatkan Pemerintah DKI untuk mewaspadai penularan Covid-19 selama Ramadan. "Kegiatan keagamaan hingga keramaian di lapak-lapak penjual takjil yang menimbulkan kerumunan itu berpotensi terjadi transmisi penularan virus. Ini harus diwaspadai pemerintah," kata Tri saat dihubungi, Selasa, 20 April 2201.

    Tri menuturkan kasus Covid-19 di Ibu Kota belum terlihat penurunan yang signifikan. Dengan angka positivity rate atau rasio positif berkisar 10 persen artinya bahwa wabah ini belum terkendali.

    Pemerintah DKI, kata dia, harus memastikan protokol kesehatan benar-benar diterapkan di masjid saat kegiatan ibadah Ramadan seperti salat tarawih hingga ibadah lainnya. "Jangan lengah. Karena wabah ini cepat sekali penularannya." 

    Tri memperkirakan lonjakan kasus Covid-19 akan terus terjadi selama Ramadan dan puncaknya akan terjadi setelah Idul Fitri. Sebabnya mobilitas warga semakin meningkat saat lebaran untuk silaturahmi, meski mudik dilarang tahun ini.

    Apalagi sekarang protokol kesehatan yang diterapkan warga hampir di seluruh wilayah menurun karena sudah jenuh dilanda pandemi Covid-19 selama setahun terakhir. "Tinggal tunggu ledakannya saja."

    Baca: Vaksinasi Covid-19, DKI Buka Pendaftaran Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H