Kasus Covid-19 di DKI Naik Lagi, Epidemiolog: Memang Belum Menurun

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    Jakarta - Epidemiolog dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan penularan kasus Covid-19 di DKI Jakarta masih tinggi. Hal itu terlihat dari angka positivity rate atau rasio positif yang masih berada di kisaran 10 persen.

    Jika penelusuran kontak ditingkatkan lagi, angka temuannya bakal lebih tinggi. "Kasus Covid-19 memang belum menurun. Yang ada sekarang penurunan contract tracing," kata Tri saat dihubungi, Selasa, 20 April 2021.

    Sejak Maret kemarin angka penularan Covid-19 menurun karena DKI mengurangi pengetesan. Alhasil angka penambahan kasus harian terlihat menurun. "Kenyataannya tidak. Positivity rate masih di kisaran 10 persen. Itu termasuk angka yang tinggi."

    Menurut Tri, pemerintah seakan ingin menekan angka penularan kasus ini dengan tipu muslihat karena mengurangi angka pengetesan penelusuran kontak. Pengurangan angka pengetesan ini terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

    "Jadi bukan Jakarta saja. Seluruh wilayah dibuat seperti itu agar seolah-olah angka penularan menurun. Padahal dilihat dari rasio positif masih tinggi." Tri menyarankan pemerintah tidak main-main dalam menanggulangi wabah ini.

    Pemerintah, kata dia, harus belajar dari India yang pernah mengurangi pengetesan, dan terjadi peningkatan kasus saat ini. Di India, kata dia, saat ini ditemukan 200 ribu kasus harian dari sebelumnya 100 ribu kasus. "Jangan bermain dengan data."

    Penurunan angka penelusuran kontak, kata dia lagi, sangat berbahaya karena pemerintah membiarkan warga yang terinfeksi tanpa gejala menyebarkan virus Corona. Kewajiban pemerintah, kata dia, adalah menemukan kasus dan mengisolasinya agar tidak menularkan ke orang lain.

    Jika pelacakan yang dilakukan pemerintah benar, kata dia, sedikitnya di Indonesia akan ditemukan 10 ribu kasus harian. "Sekarang hanya empat ribu kasus harian karena seluruh daerah mengurangi pengetesan."

    Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan kasus Covid-19 terus naik dalam dua pekan terakhir di Ibu Kota. "Kami sudah mulai sedikit peningkatan harian. Kami sudah mulai peningkatan 200, 200, khawatir nanti bergerak terus," kata Widyastuti dalam diskusi daring, Jumat, 16 April 2021.

    Pada Maret 2021, tren kenaikan kasus Covid-19 telah menurun jika dibandingkan pada periode Januari-Februari 2021 yang mencapai 25 ribu kasus aktif. Saat ini, kasus aktif di DKI berada di posisi 6.988 kasus.

    Baca: PPKM Mikro DKI Jakarta Diperpanjang Hingga 3 Mei 2021



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.