Mudik Atau Tak Mudik? Terminal Kampung Rambutan: Penumpang Akan Naik Akhir Bulan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang tiba untuk mudik lebih awal sebelum berlakunya larangan mudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Senin, 19 April 2021. TEMPO/Subekti.

    Calon penumpang tiba untuk mudik lebih awal sebelum berlakunya larangan mudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Senin, 19 April 2021. TEMPO/Subekti.

    Jakarta - Kepala Terminal Kampung Rambutan Made Jony memperkirakan peningkatan penumpang mudik lebaran terjadi pada akhir bulan ini.

    "Penumpang akan terus meningkat diperkirakan sampai tanggal 5 Mei mendatang," kata Made saat ditemui di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa, 20 April 2021.

    Ia memperkirakan puncak keberangkatan penumpang bus antarkota antarprovinsi atau bus AKAP diperkirakan terjadi sepekan sebelum periode pelarangan mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021. "Jadi puncak mudik bisa terjadi pada tanggal 1-5 Mei. Kami sudah siap mengantisipasinya," ujarnya.

    Menurut dia, persiapan menghadapi momen mudik tahun ini akan lebih baik. Sebab pemerintah mengumumkan kebijakan larangan mudik sejak sebelum Ramadan.

    Berkaca pada tahun lalu, kata dia, pengumuman larangan mudik dilakukan sepekan sebelum terminal ditutup pada 24 April tahun lalu. "Tahun lalu larangannya dadakan, terminal langsung ditutup selama 1,5 bulan," ujarnya.

    Made menuturkan selama pandemi ini penumpang di Terminal Kampung Rambutan anjlok di kisaran 800-900 orang per hari.

    Padahal sebelum pandemi Covid-19 penumpang bisa mencapai 2.500-3.000 orang per hari. "Bahkan pada periode mudik lebaran bisa mencapai 10 ribu orang per hari dan puncaknya bisa mencapai 14 ribu orang per hari."

    Baca juga : Mudik 2021, Akhirnya Pemprov DKI Tetapkan Pergerakan Jabodetabek Bebas SIKM

    IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.