Dugaan Korupsi Damkar, Wali Kota Depok Jamin Keselamatan Sandi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Wali Kota Depok Mohammad Idris ketika memberikan sambutan saat acara peletakan batu pertama pembangunan tahap III Masjid Al Arqom, di Depok, Selasa. (ANTARA/Foto: istimewa)

    Wali Kota Depok Mohammad Idris ketika memberikan sambutan saat acara peletakan batu pertama pembangunan tahap III Masjid Al Arqom, di Depok, Selasa. (ANTARA/Foto: istimewa)

    TEMPO.CO, Depok - Wali Kota Depok Mohammad Idris mengaku bakal mendukung penuh pengusutan dugaan praktik korupsi yang terjadi di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok.

    "Pemerintah Kota Depok berkomitmen penuh pada tata kelola yang baik dan bersih, kami mendukung penuh upaya pengusutan kasus tersebut melalui mekanisme yang berlaku. Kami juga meminta semua pihak yang terkait untuk bersikap kooperatif pada upaya mencari kebenaran dan kejelasan dalam kasus ini," kata Idris dalam keterangan resmi yang diterima Tempo, Selasa 20 April 2021.

    Idris mengatakan, pihaknya telah memerintahkan inspektorat untuk mendalami permasalahan tersebut. Sebelumnya seorang petugas Dinas Damkar Kota Depok Sandi Butar Butar mengungkap dugaan kasus korupsi pembelian alat kelengkapan petugas pemadam kebakaran. Aksi Sandi di depan kantor Balai Kota Depok itu kemudian viral.

    "Hasil koordinasi Inspektorat Kota Depok dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri disepakati bahwa Irjen Kemendagri akan menangani dan melakukan pemeriksaan atas informasi dugaan korupsi tersebut," kata Idris.

    Lebih jauh Idris mengatakan, pemerintah Kota Depok juga menjamin keselamatan anggota Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Sandi Butar Butar yang memviralkan permasalahan ini.

    Idris mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan ke Pemkot Depok jika Sandi, yang membongkar dugaan korupsi ini, mendapat surat peringatan. "Jika yang bersangkutan merasa dikirimi SP atau diintimidasi, silakan dilaporkan pada saya secara langsung siapa yang memberikan SP dan mengintimidasi. Saya jamin keamanan yang bersangkutan," kata Idris.



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.