UI Bakal Blended Learning, Pengamat: Belajar Daring Sistem Pendidikan Masa Depan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung rektorat.dok/ui.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    Gedung rektorat.dok/ui.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat Pendidikan UIN Syarif Hidayatullah, Jejen Musfah, menilai pilihan blended learning oleh mahasiswa dan dosen Universitas Indonesia (UI) sangat tepat. Sistem pembelajaran campuran antara belajar tatap muka dan belajar online ini adalah sisitem pendidikan masa depan.

    "Karena wabah belum sepenuhnya hilang. Jangan sampai terjadi gelombang kedua seperti di India," kata Jejen melalui pesan singkat, Rabu, 21 April 2021.

    Mayoritas dosen dan mahasiswa UI tidak lagi menginginkan belajar tatap muka secara penuh pada pasa pandemi Covid-19 ini. Hal itu terungkap dalam hasil survei kesiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di lingkungan UI.

    Dari total responden mahasiswa UI sebanyak 18.923 orang, yang memilih opsi KBM Bauran (blended learning) sebanyak 9.083 (48 persen), KBM daring penuh sebanyak 5.298 (28 persen) dan yang memilih pembelajaran tatap muka penuh hanya 4.542 (24 persen). Hasil serupa juga terlihat pada survei untuk dosen UI, yaitu KBM Bauran menjadi pilihan terbanyak. 

    Menurut Jejen, KBM dengan sistem pembauran atau campuran antara tatap muka dan online merupakan alternatif yang terbaik saat ini. Pertimbangan lain adalah kapasitas ruang kelas dan penerapan 5M lebih cocok dengan pembauran.

    Bahkan ke depan pembelajaran online harus menjadi pilihan atau alternatif saat dosen atau mahasiswa tidak bisa hadir di kampus. Alasannya, kuliah tidak harus selalu hadir atau bertemu secara fisik. Artinya, pembelajaran daring jangan ditinggalkan sama sekali tetapi menjadi sistem pendidikan kampus masa depan."

    Baca juga: Dosen Dan Mahasiswa UI Tak Lagi Mau Belajar Tatap Muka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.