Putri Sulung John Kei Bersaksi: Justru Nus Kei Punya Utang ke Keluarganya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menggelandang tersangka pembunuhan berencana dan penyerangan menuju mobil tahanan untuk diserahkan ke Kejati di Polda Metro Jaya, Senin, 19 Oktober 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Petugas menggelandang tersangka pembunuhan berencana dan penyerangan menuju mobil tahanan untuk diserahkan ke Kejati di Polda Metro Jaya, Senin, 19 Oktober 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Putri sulung John Kei, Erviliana Refra yang dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Barat mengatakan Nus Kei justru memiliki utang ke keluarganya sebesar Rp1 miliar.

    "Dia (Nus Kei) justru meminjam uang ke papa saya John Refra (alias John Kei) senilai Rp 1 miliar," kata Erviliana di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu, 21 April 2021.

    Menurut Erviliana, ayahnya telah berusaha menghubungi Nus Kei, bahkan ke rumahnya untuk menyelesaikan utang tersebut, sampai akhirnya baru mengetahui kalau respons dari yang bersangkutan kurang baik.

    "Sampai akhirnya papa mengutus pengacaranya, yaitu Daniel Farfar untuk menyelesaikan masalah utang ini secara profesional," ungkap Erviliana.

    Menjawab pernyataan saksi dalam sidang sebelumnya yang menyebut adanya papan tulis yang berisikan daftar nama target yang akan dibunuh John Kei, Erviliana mengatakan nama-nama itu merupakan jadwal pelayanan gereja.

    "Yang saya lihat di papan tulis itu bukan pembunuhan berencana, melainkan jadwal pelayanan papa ke gereja setiap minggunya," ujar Erviliana.

    Menurut para saksi yang dihadirkan dalam sidang Rabu ini tidak ada aksi yang mengarah kepada pembunuhan berencana. "Tidak pernah dengar untuk merencanakan pembunuhan atau kekerasan," kata Erviliana.

    Erviliana di depan majelis hakim juga mengatakan harapannya agar Tuhan masih memberikan kesempatan kepada papanya.

    Erviliana juga mengungkapkan saat penangkapan orang tuanya pada 17 April 2021 seperti perang. Padahal ketika itu keluarga sedang berkumpul dan berbincang-bincang.

    "Saat itu kami sekeluarga tengah berbincang-bincang dan saling bercanda. Tiba-tiba ada senjata diletuskan secara berulang-ulang. Lantas polisi menangkap papahnya (John Kei)," kata Erviliana.

    John Kei diancam dengan pidana Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat 2 KUHP tentang pembunuhan berencana. Kemudian pada dakwaan kedua, Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat 2 KUHP tentang pembunuhan.

    Baca juga : Sidang Kasus John Kei, Kelompok Nus Kei Sebut Daftar Nama Target Pembunuhan 
    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.