5 Fakta di Sidang Rizieq Shihab dalam Perkara Tes Usap RS Ummi Bogor

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana persidangan Rizieq Shihab untuk kasus kerumunan di Megamendung, Jawa Barat, yang hanya bisa dipantau melalui layar televisi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin, 19 April 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Suasana persidangan Rizieq Shihab untuk kasus kerumunan di Megamendung, Jawa Barat, yang hanya bisa dipantau melalui layar televisi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin, 19 April 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sidang Rizieq Shihab dalam kasus RS Ummi Bogor kemarin digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Dalam persidangan itu terungkap beberapa hal soal eks pimpinan FPI itu yang tak mengungkap kondisinya di RS Ummi.

    Berikut beberapa fakta dari sidang dengan agenda keterangan saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum:

    1. Dokter Mer-C Tak Laporkan Hasil Tes Rizieq ke Satgas

    Dokter relawan dari Mer-C, Hadiki Habib mengakui bahwa dirinya tak melaporkan hasil pemeriksaan rapid antigen Rizieq Shihab ke Satgas Covid-19 Kota Bogor.

    "Tidak," kata Hadiki saat ditanya hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu, 21 April 2021.

    Hakim kemudian bertanya tentang norma dan aturan tentang melaporkan hasil tes antigen ke Satgas Covid-19. Namun menurut Hadiki, pada masa itu, yakni November 2020, tak ada aturan yang mewajibkan untuk melapor.

    Hadiki memgatakan dia melakukan tes antigen kepada Rizieq dan istrinya di Sentul, Bogor, pada 23 November 2020. "Reaktif (Covid-19)," kata Hadiki soal hasil tes itu.

    Setelah melakukan tes, Hadiki mengaku menyarankan Rizieq untuk dirawat di rumah sakit.

    "Beliau (Rizieq) menyatakan akan mengikuti aturan dan protokol yang ada," kata Hadiki.

    Rizieq kemudian disebut memilih RS Ummi Bogor untuk menjalani perawatan. Rizieq disebut masuk ke rumah sakit itu pada Rabu petang, 25 November 2020.

    2. Tak Sesuai Fakta

    Dokter spesialis penyakit dalam RS Ummi Bogor Nerina Mayakartifa mengungkapkan, pernyataan direktur utama rumah sakit tersebut dokter Andi Tatat tak sesuai dengan hasil diagnosanya terhadap kondisi Rizieq Shihab.

    Dalam kesaksiannya di depan Majelis Hakim PN Jakarta Timur kemarin, Nerina mengatakan ia melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Rizieq.

    "Kami juga memeriksa lab, dan CT scan thorax untuk lihat paru-paru," kata Nerina. Namun ia tak melakukan pemeriksaan tes antigen atau PCR terhadap Rizieq. Karena sebelumnya sudah ada pemeriksaan dari Mer-C yang hasilnya adalah reaktif.

    Nerina mengungkap bahwa hasil pemeriksaan yang dilakukannya ternyata sesuai kondisi orang yang terpapar virus Corona.
    "CT scan mendukung dan hasil lab mendukung," kata dia.

    Nerina mengakui hasil pemeriksaan tersebut tak sesuai dengan pernyataan bosnya dokter Andi Tatat yang menyebut kondisi Rizieq tak mengarah Covid-19.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H