Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta: 117 Warga India Kantongi Kitas dan Kitap

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Imigrasi. wikimedia.org

    Ilustrasi Imigrasi. wikimedia.org

    TEMPO.CO, Tangerang-Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandara Soekarno-Hatta,  Romi Yudianto memastikan kedatangan 117 warga negara India di Bandara Soekarno-Hatta sudah melalui pengawasan dan pemeriksaan yang ketat.

    "Dari sisi dokumen Keimigrasian mereka punya KITAS /ITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) dan  KITAP/ITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap)," ujar Romi kepada TEMPO, Jumat 23 April 2021.

    Penjelasan Romi ini disampaikan terkait  kedatangan ratusan warga negara India melalui Bandara Soekarno-Hatta mengingat negara itu  tengah dilanda 'Tsunami Covid-19' dalam dua bulan terakhir. Selain itu, India diketahui tengah berjibaku melawan mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1617 yang bermuatan mutasi ganda.

    Romi mengatakan ada 117 warga India, bukan 135 orang seperti yang ramai diberitakan, tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 21 April malam. Mereka menumpang pesawat AirAsia XZ988. Pesawat itu membawa 127 penumpang dan kru, 117 diantaranya warga negara India.

    Romi mengatakan setibanya di Soekarno-Hatta, seluruh penumpang pesawat itu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta. "Pemeriksaan kesehatan dan PCR/ Swab," katanya.

    Setelah dinyatakan sehat dan tidak ada indikasi terjangkit Covid-19, warga negara India itu menjalani pemeriksaan dokumen imigrasi. "Setelah diperiksa dokumen, 117 warga India itu memenuhi syarat masuk Indonesia, mereka memiliki Kitas dan Kitap," kata Romi.

    Setelah lolos pemeriksaan kesehatan dan dokumen keimigrasian, kata Romi, rombongan warga India itu ditangani Satuan Tugas Covid-19 untuk diarahkan Karantina selama 5 hari. "Saat dikarantina, mereka juga menjalani pemeriksaan kesehatan kembali dan PCR/Swab ulang, untuk memastikan mereka benar- benar aman dari Covid-19.

    Baca juga: Krematorium di India Kewalahan, Banyak Jenazah Dikremasi Massal

    JONIANSYAHHARDJONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.