Prostitusi Anak di Tebet, Polisi Tetapkan 7 Muncikari Sebagai Tersangka

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi prostitusi anak. shutterstock.com

    Ilustrasi prostitusi anak. shutterstock.com

    Jakarta - Polda Metro Jaya menetapkan tujuh muncikari dan joki dalam kasus prostitusi anak di Tebet, Jakarta Selatan, sebagai tersangka. Mereka berstatus tersangka, meski masih di bawah umur. 

    "Karena anak di bawah umur, sambil kami lihat situasinya akan seperti apa," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 23 April 2021. 

    Tujuh orang itu disangka melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak dan KUHP. Polisi juga membidik mereka dengan UU ITE karena memperjualbelikan dan mempromosikan para korban di media sosial

    Prostitusi anak terjadi di sebuah penginapan di Jalan Tebet Barat Dalam X, Jakarta Selatan pada Rabu, 21 April 2021. Dalam penggerebekan, polisi menangkap 15 orang yang terdiri dari tujuh muncikari dan delapan pekerja seks di bawah umur. 

    Para muncikari disangka memasarkan korban melalui media sosial. Polisi masih menyelidiki dugaan pembiaran yang dilakukan pengelola penginapan dalam. 

    Polisi menitipkan empat pekerja seks dalam kasus prostitusi anak itu ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) DKI Jakarta untuk dibina. Sedangkan empat lainnya dikembalikan kepada orangtua masing-masing.

    Baca: Kasus Prostitusi Anak, 15 Orang Ditangkap dari Penginapan di Tebet


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.