Cegah Badai Kasus Covid-19 Seperti di India, Ini Saran Kawal Covid-19

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    Jakarta - Co-Founder Kawal Covid-19 Elina Ciptadi menyarankan pemerintah mulai memformulasikan kebijakan untuk mencegah badai Covid-19 seperti di India, yang berpotensi melanda Indonesia.

    Menurut dia, kasus Covid-19 berpotensi melonjak karena rentetan libur panjang yang akan terjadi setelah lebaran.

    "Kenaikan kasus Covid-19 sudah terjadi dan berpotensi akan terus meningkat setelah lebaran," kata Elina saat dihubungi, Jumat, 23 April 2021.

    Menurut salah satu pendiri Kawal Covid-19 ini, potensi lonjakan kasus semakin mengkhawatirkan karena ada berbagai kegiatan di depan mata yang bisa menjadi sumber ledakan Covid-19 seperti di India. Berbagai kegiatan yang berpotensi meningkatkan mobilitas warga adalah libur lebaran, libur kenaikan kelas, pembukaan sekolah hingga libur Idul Adha.

    ADVERTISEMENT

    "Semuanya sangat mengkhawatirkan jika berkaca dari pengalaman sebelumnya. Setiap libur panjang kasus Covid-19 selalu naik."

    Elina menuturkan ledakan kasus Covid-19 di India terjadi setelah negara itu melonggarkan kebijakan kegiatan keagamaan, pembukaan sekolah hingga membebaskan acara pernikahan. Selain itu, masyarakatnya pun mulai abai terhadap protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

    Walhasil, dalam dua bulan terakhir kasus Covid-19 kembali meroket hingga hari ini menghadapi tsunami Covid-19 karena ditemukan 300 ribu kasus per hari.

    "Situasi di Indonesia juga sama. Sudah dilonggarkan dan akan menghadapi rentetan libur panjang. Masyarakat pun sekarang terlihat mulai abai terhadap protokol kesehatan."

    Elina menjelaskan bahwa indikasi lonjakan Covid-19 sudah terlihat sejak sepekan setelah peringatan Paskah pada awal bulan ini. Selain itu, penurunan penularan Covid-19 juga sudah stagnan sejak sebulan lalum

    Dengan kondisi seperti sekarang, yang bisa dilakukan adalah dengan mengetatkan protokol kesehatan masyarakat. "Masyarakat wajib masker dan jaga jarak setiap bertemu orang, ketika keluar rumah."

    Pemerintah juga harus membatasi mobilitas dengan melarang mudik, berwisata saat libur Lebaran atau kenaikan kelas. "Berkegiatan dari rumah saja sebisa mungkin."

    Selain itu, pemerintah mesti mempercepat vaksinasi kelompok lansia dan mereka yang punya komorbiditas. Menurut dia, kelompok masyarkaat yang paling rentan untuk terkena Covid-19 gejala berat dan perlu penanganan Rumah Sakit itu yang harus diprioritaskan.

    Pemerintah juga harus benar-benar menegakkan aturan yang sudah ditetapkan seperti larangan mudik, keharusan tes negatif, karantina di airport, kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan orang harus dipastikan taat protokol kesehatan.

    "Test dan trace 30 kontak erat per kasus positif tetap harus diupayakan semaksimal mungkin karena kasus-kasus yang tidak terdeteksi akan semakin mempersulit upaya penanggulangan untuk mengendalikan wabah ini," demikian Kawal Covid-19 buat mencegah ledakan kasus seperti di India.

    IMAM HAMDI
    Baca juga : WNI yang Akan Pulang dari India Hanya Boleh Masuk Lewat 4 Bandara Ini


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.