Kerugian Akibat Bencana Alam di Kabupaten Bogor pada 2020 Capai Rp 1,4 Triliun

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi lokasi tanah longsor dan banjir bandang di Kampung Suruluk, Desa Wangunjaya, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 13 Mei 2020. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Kondisi lokasi tanah longsor dan banjir bandang di Kampung Suruluk, Desa Wangunjaya, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 13 Mei 2020. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Kerugian akibat bencana alam pada awal 2020 di Kabupaten Bogor diperkirakan sebesar Rp 1,4 triliun. Bencana alam ini terjadi di Kecamatan Sukajaya, Jasinga, Nanggung, dan Cigudeg.

    "Ini bukan hasil perhitungan kami. Tapi itu hasil perhitungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana , kata Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin di Cibinong, Bogor, Ahad, 25 April 2021.

    Ia menjelaskan kerugian akibat bencana alam itu bersumber dari kerusakan infrastruktur hingga sarana, prasarana, dan utilitas untuk kebutuhan warga.

    Menurut Burhan, hal itu cukup menghambat realisasi program pembangunan yang telah ditetapkan dalam APBD 2020 saat itu.

    Setelah bencana alam, pada April 2020 pandemi Covid-19 ikut menerjang wilayah itu. Hal ini memaksa pemerintah Kabupaten Bogor merealokasi anggaran.

    “Pada 2020 itu, kami juga menyiapkan lebih dari Rp400 miliar untuk penanganan bencana alam dan pandemi COVID-19. Jumlah itu didapat dari refocussing anggaran sejumlah kegiatan,” kata Burhan.

    Cuaca buruk yang melanda Kabupaten Bogor pada awal 2020 itu tak hanya menyebabkan kerugian materil, namun juga menelan korban jiwa. Sebanyak sebelas orang meninggal akibat banjir dan longsor.

    Baca juga: Ade Yasin: Perubahan RPJMD 2018-2023 Difokuskan Pemulihan Ekonomi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi