Hari ke 9, Api Masih Menyala di Lokasi Kebakaran Tumpukan Ban di Gunung Putri

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Damkar Kabupaten Bogor, terus berupaya mematikan semua titik api khususnya yang ada di titik tumpukan limbah ban di pojokan lokasi. Hingga hari ke sembilan ini, Damkar sudah menghabiskan ratusan ribu kubik air untuk pemadaman di lokasi kejadian di Desa Bojongnangka, Gunung Putri, Bogor. Dok. Damkar Bogor

    Petugas Damkar Kabupaten Bogor, terus berupaya mematikan semua titik api khususnya yang ada di titik tumpukan limbah ban di pojokan lokasi. Hingga hari ke sembilan ini, Damkar sudah menghabiskan ratusan ribu kubik air untuk pemadaman di lokasi kejadian di Desa Bojongnangka, Gunung Putri, Bogor. Dok. Damkar Bogor

    TEMPO.CO, Bogor – Kobaran api masih menyala di lokasi kebakaran puluhan ton limbah ban bekas di Bojongnangka, Gunung Putri.

    Kepala regu 2 Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor, Kahfi mengatakan hingga hari ke sembilan kebakaran yang terjadi sejak Senin 19 April, petugas Damkar masih berupaya mematikan api secara maksimal.

    Kahfi mengatakan untuk memastikan tidak ada lagi api di atas lahan seluas 1,3 hektar itu, Damkar Kabupaten Bogor sudah menyiramkan ratusan ribu kubik air yang dihabiskan oleh petugasnya dalam upaya pemadaman.

    “Ini kan bahan karet, material yang sulit dipadamkan. Kita juga tidak asal dalam pemadaman ini,” kata Kahfi dikonfirmasi, Selasa 27 April 2021.

    Melihat titik api kebakaran di Gunung Putri masih ada yang belum padam, maka jika dihitung jumlah air yang dibutuhkan sangatlah banyak.

    Sebab, menurut Kahfi, jika tidak maksimal sampai tumpukan limbah paling bawah dikhawatirkan api akan kembali membesar. “Sehingga pemadaman ini kita juga menggunakan eskavator untuk mengangkat material terbakar yang tertimbun,” ucap Kahfi menjelaskan.

    Hingga hari ke Sembilan ini, Kahfi menyebut petugas Damkar Kabupaten Bogor tidak hanya berupaya memadamkan api. Namun petugas Damkar juga memberikan edukasi dan sosialiasi kepada warga yang berada di dekat lokasi kebakaran.

    Agar untuk waspada dan diarahkan menggunakan masker melekat karena khawatir pencemaran udara tinggi.

    “Kita himbau warga untuk tidak banyak beraktifitas di luar rumah dan menghirup udara yang terkontaminasi asap kebakaran, itu bisa menyebabkan sesak nafas,” kata Kahfi.

    Kahfi mengatakan sebab belum bisa dikatakan total padam kebakaran limbah ban bekas tersebut, karena masih saja terlihat percikan api di ban-ban bekas yang ada di pojokan dan kondisinya dalam keadaan tertumpuk. 

    "Itu sebabnya kita pakai eskavator, supaya tumpukan bannya bisa kita angkat dan ban yang ada di dalam kita semprot sampai padam. Masih ada juga kepulan asap kebakaran, itu menunjukan api masih nyala. Kita optimalkan sampai padam semua,” demikian Kahfi.

    Baca juga : Sambaran Petir Picu Kebakaran Tumpukan Ban Bekas di Gunung Putri
    M.A MURTADHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.