DPRD: Pemasangan Jakwifi DKI Terlalu Mahal, Biaya Rp 9 Juta per Titik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa melakukan kegiatan belajar secara online menggunakan fasilitas JakWIFI di Sekretariat RW 02 Galur, Senen, Jakarta, Senin, 1 September 2020. Kegiatan belajar online ini diikuti belasan siswa dari pukul 08.00-10.00. Para siswa diwajibkan menggunakan seragam dan membawa alat tulis masing-masing di kantor Sekretariat RW 02 Galur. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah siswa melakukan kegiatan belajar secara online menggunakan fasilitas JakWIFI di Sekretariat RW 02 Galur, Senen, Jakarta, Senin, 1 September 2020. Kegiatan belajar online ini diikuti belasan siswa dari pukul 08.00-10.00. Para siswa diwajibkan menggunakan seragam dan membawa alat tulis masing-masing di kantor Sekretariat RW 02 Galur. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Jakarta - Komisi A DPRD DKI Jakarta meminta Pemerintah DKI menyoroti pemasangan 1.183 titik Jakwifi di Ibu Kota pada tahun 2020. Ketua komisi bidang pemerintahan DPRD DKI, Mujiyono, mengatakan anggaran penyediaan Jakwifi, terlalu mahal.

    "Kami minta pengadaan tahun sekarang ditunda karena biayanya terlalu mahal," kata Mujiyono saat dihubungi, Rabu, 28 April 2021.

    Tahun lalu, kata Mujiyono, Pemerintah DKI memasang 1.183 titik Jakwifi. Menurut dia, anggaran pemasangannya sangat mahal. Biaya satu titik Jakwifi Rp 9 juta per bulan.

    Biaya itu terdiri dari abodemen dan perawatannya sebesar Rp 6 juga dan biaya back up link data Rp 3 juta. Sedangkan, tahun ini anggaran penyediaan Jakwifi Rp 5 juta per titik lokasi. "Pengadaan Jakwifi ini juga banyak diprotes warga karena lemot," ujarnya.

    Setiap titik Jakwifi yang dipasang pemerintah hanya berkecepatan 50 Mbps. Pemerintah mentargetkan memasang Jakwifi di setiap RW. Satu spot Jakwifi, kata dia, bisa digunakan untuk 40 pengguna.

    "Kualitasnya rendah. Setahu saya yang kecepatannya 100 Mbps saja cuma 800 ribuan per bulan," ujarnya.

    Biaya pemasangan satu titik Jakwifi sebesar Rp 9 juta ini, kata Mujiyono, terungkap saat komisi rapat bersama Dinas Komunikasi dan Informasi DKI pada Senin, 26 April 2021.

    Baca: Anies Baswedan Sebut Akses JakWifi kini Tersedia di 9.000 Titik


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.